Kemenkumham Maluku Utara Gelar Pembinaan untuk Petugas di Ternate

  • Bagikan
Kepada Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Maluku Utara, saat buka kegiatan. Foto: Istimewa

Seluruh petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Ternate, Maluku Utara, jalani test urine, saat Devisi Pemasyarakatan (Div Pas) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku Utara, menggelar pembinaan satuan tugas keamanan dan ketertiban terhadap petugas di enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kota Ternate.

Peserta dari enam UPT yakni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Ternate, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas II Ternate, Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas II Ternate, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) kelas III Ternate dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ternate.

Kegiatan yang menghadirkan tiga Narasumber dari Polda Maluku Utara, Korem 152/Babullah Ternate dan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Maluku Utara itu bertajuk “Meningkatkan kewaspadaan dalam penaganan gangguan keamanan dan ketertiban pada Lapas dan Rutan”.

Dalam pelaksanaan kegiatan, BNNP Maluku Utara, melakukan test urine terhadap lima kepala UPT dan memilih secara acak terhadap peserta yang hadir.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas), Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku Utara, Teguh Wibowo kepada cermat mengatakan, langkah ini untuk mengingatkan kepada petugas di Lapas dan Rutan. Apalagi gangguan keamanan sering terjadi di akhir tahun.

“Untuk itu kita rapatkan barisan, biar petugas mengerti tugas dan fungsinya; Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG), semoga ke depanya Rutan dan Lapas lebih baik lagi,” ucap Teguh, Rabu (24/11).

Teguh bilang, dalam pelaksanaan, pihaknya bekerja sama dengan BNNP Maluku Utara, melakukan test urine secara acak dan tidak diketahui oleh peserta. Hasil test tidak ada yang dinyatakan positif narkoba.

“Ini tidak diketahui petugas. dalam test urine saya perintahkan untuk kepala UPT juga ditest urine, langkah ini sebagai contoh untuk petugas. Kita juga pilih secara acak untuk petugas di test urine,” katanya.

Langkah ini dilakukan untuk membuktikan petugas di Rutan dan Lapas bersih dari Narkoba, kalau petugas sudah bersih dari Narkoba, pastinya bersih juga mengurus yang lainya.

“Jangan sampai di dalam (Rutan dan Lapas) ada yang penghianat-pengkhianat,” ujarnya.

Teguh bilang, jika ditest urine ada petugas yang hasilnya positif Narkoba, dirinya menegaskan akan membina dan memberikan pembinaan khusus terhadap petugas tersebut.

“Pastinya kita akan lakukan pembinaan khusus untuk mereka, kita juga akan pendalaman sebabnya seperti apa, dan kita akan koordinasi terus dengan BNNP,” pungkasnya.

Penulis: Samsul Hi LaijouEditor: Faris Bobero
  • Bagikan