Menikmati Durian Kulaba

  • Bagikan
Salah satu kru JMG saat menghadiri Festival Durian Kampung Kulaba di Ternate. Foto: Ramlan Harun/JMG

Tak mudah untuk menjumpai kawasan jatuhnya buah durian Kulaba di Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate Maluku Utara.

Dengan sepeda motor, kami menempuh jalan yang tampak rusak sekira 300 meter dari permukiman warga. Hal yang sama dilakukan pengunjung lain untuk menikmati durian yang dikenal manis itu.

Gurih, manis, sedikit pahit dengan tekstur lembut, itulah rasa yang lazim melekat pada buah durian Kelurahan Kulaba ini.

Kendati jalan menuju lokasi durian cukup terjal dan berlubang, pengunjung tetap berduyun-duyun untuk lekas menikmatinya.

Gerumutnya warga di Festival Kampung Durian Kulaba. Foto: RHH/JMG

Matahari masih sigap di atas kepala kami, siang itu, Sabtu 15 Januari 2022. Beberapa kru Jalamalut Media Group (JMG) memang melawat ke sana.

Saat tiba, orang-orang sudah memenuhi arena Festival Durian Kampung Kulaba. Dari jauh, aroma durian memang tak bisa dipungkiri. Seolah menampar hidung setiap pengunjung.

Banyak buah durian yang dijajalkan sudah siap di beberapa tempat untuk menyambut pengunjung.

Ada yang dijual, tetapi juga ada yang dihibahkan untuk pengunjung atau rombongan yang menyaksikan langsung festival tersebut.

Harga Mahal yang Lumrah

Harga durian dapat dibilang memang cukup mahal. Ukuran sedang, memiliki harga Rp 50 ribu, sementara satu buah durian ukuran besar, dijual Rp 75 ribu.

Meski agaknya mahal, tetapi hal itu memiliki alasan, salah satunya kondisi jalan dan jarak kebun durian yang cukup jauh dari permukiman warga.

“Kondisi geografis, jadi petani susah payah kase kaluar durian dengan jarak yang jauh. Karena itu wajar kalau agak mahal, dan ini harus menjadi perhatian,” ujar Julfikar Mohtar, Ketua Pelaksana Festival Kampung Durian Kulaba.

Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, bersama rombongan. Foto: RHH/JMG

Julfikar menjelaskan bahwa durian Kulaba ditanam di beberapa titik dengan jenis varietas berbeda. Lokasi tumbuhnya durian juga terdapat di berbagai tempat.

Hasil inventarisir beberapa warga, kata Julfikar, menetapkan bahwa jumlah durian di Kulaba saat ini sekitar 1.500 pohon yang terus memanen buahnya.

Selama menyaksikan festival ini, kami turut menikmati beberapa potongan daging durian yang diberikan khusus untuk pengunjung. Rasanya, seperti yang disebutkan: manis dan gurih.

Bukan cuma itu, yang menambah keunikan dari durian Kulaba adalah penyebutannya yang kompleks, bahkan jika mendengarnya, bikin orang tergelitik. Nama-nama durian yang disebutkan ini, misal:

“Ada durian surga, durian kopi, durian gaja, durian panada, durian toguto, durian oba, durian biji mati, durian kentel, durian igo, durian buya, durian tabadiku, durian tabagaji, durian manona, durian bala bunga, durian terigu, dan masih banyak lagi,” sebut Mohtar.

Selain warga di berbagai kelurahan di Ternate, gelaran festival ini juga dihadiri Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman. Ia pun meresmikan launching Kulaba sebagai Kampung Durian.

  • Bagikan