Melihat Proses Perayaan Imlek di Ternate

  • Bagikan
Salah satu ibu, saat melakukan sembahyang di Klenteng di Ternate pada tahun 2022 ini. Foto: Gustam Jambu/cermat

Meski perayaan Imlek di Kota Ternate, Maluku Utara, masih di tengah pandemi, namun  selalu ada makna tersendiri, memberi pesan toleransi, yang begitu melekat di tengah masyakat yang plural ini.

Pendeta Martin Wensih ketika ditemui mengatakan, perayaan Tahun Baru Imlek 2,573 ini dilakukan secara sederhana dan terbatas karena masih menghadapi pendemi COVID-19 yang belum selesai.

Proses sembahyang saat imlek 2022 di Klenteng Thian Hou Kiong di Ternate. Foto: Gustam Jambu/cermat

“Untuk perayaan Tahun Baru Imlek dirayakan secara sederhana namun khidmat. Kita laksanakan sembahyang puji syukur pada pukul 08:00 WIT setelah itu dilanjutkan dengan sembahyang tutup tahun pada pukul 00.00 WIT,” ungkap Martin, Senin (31/1).

“Dan akan dilakukan sembahyang Tahun Baru 2573 Kongzili serta besoknya (hari ini) akan ada kebaktian Imlek yang dimulai pada pukul 10 pagi,” sambungnya.

Aktivitas saat imlek tahun 2022 di Klenteng Thian Hou Kiong di Ternate. Foto: Gustam Jambu/cermat

Ia berharap, semoga di Tahun Baru Imlek ini toleransi antarsesama semakin diperkuat, saling menghargai dan menghormati, silaturahmi antarsesama umat beragama juga harus dijaga agar tetap rukun serta hidup berdampingan.

Martin menjelaskan, lentera merah yang digantung saat perayaan Imlek itu bermakna persatuan, kebersamaan, keberuntungan, semangat, kebahagiaan, dan bisnis yang lancar.

Melihat umat khonghucu saat proses sembhyang di Klenteng Thian Hou Kiong di Ternate saat Imlek tahun 2022. Foto: Gustam Jambu/cermat

“Jadi jangan kaget jika melihat banyak lampion digantung di rumah-rumah maupun di tempat umum pada saat perayaan Tahun Baru Imlek,” pungkasnya. (HN)

  • Bagikan