News

Audit Anggaran Perusda Morotai, Inspektorat Siapkan Daftar Pemanggilan Sejumlah Pihak

Inspektorat Pulau Morotai, Maluku Utara, tengah melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan anggaran perusahaan daerah (Perusda) dalam rentang waktu 2018 hingga 2023.

Pemeriksaan ini tidak hanya terbatas pada periode tertentu, melainkan mencakup keseluruhan tahun anggaran.

Ketua Tim Audit Khusus Inspektorat Morotai, Maria Sri Noviena, menegaskan bahwa proses audit dilakukan secara menyeluruh.

“Yang diperiksa itu keseluruhan, bukan hanya 2018–2019. Tapi dari periode 2018 sampai 2023,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.

Menurut Maria, pemeriksaan tersebut masih terus berlangsung dan belum sampai pada tahap kesimpulan akhir. Saat ini, tim audit masih melakukan pendalaman dengan meminta klarifikasi dari sejumlah pihak terkait.

“Kami masih minta konfirmasi ke pihak-pihak terkait seperti pertokoan. Jadi masih dalam tahap pendalaman dan belum ada hasil,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa hingga kini belum ada pemeriksaan saksi karena tim masih menyusun daftar pihak-pihak yang akan dipanggil.

“Saksinya belum diperiksa, karena masih disusun nama-nama yang akan dipanggil,” katanya.

Terkait adanya dugaan penyalahgunaan anggaran, Maria bilang, pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut. Pemeriksaan masih difokuskan pada pengumpulan data dan verifikasi dokumen.

“Kalau soal ada dugaan itu yang belum diketahui. Kami masih mencari dan melihat hasil pemeriksaan nanti,” ungkapnya.

Langkah audit ini dilakukan menyusul adanya sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan Perusda, terutama terkait kelengkapan dokumen pendukung laporan keuangan serta pemanfaatan dana penyertaan modal dari pemerintah daerah.

Inspektorat menilai, meskipun laporan keuangan Perusda secara administrasi tersedia, namun dokumen pendukungnya belum lengkap sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Selain itu, dana penyertaan modal yang telah digelontorkan oleh pemerintah daerah dinilai belum memberikan hasil optimal. Bahkan, usaha yang dijalankan Perusda dilaporkan sudah tidak lagi beroperasi sejak tahun 2023.

Sebagai bagian dari pendalaman, Inspektorat juga tengah menelusuri penggunaan anggaran Perusda tahun 2018–2019 yang nilainya mencapai Rp1,3 miliar.

redaksi

Recent Posts

Polisi: Tidak Ada Peluru Tajam di Aksi Protes Warga Banemo, Halteng

Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…

1 jam ago

Kapolda Malut Minta Masyarakat Tak Terprovokasi soal Pengamanan Warga di Banemo

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman meminta masyarakat tidak terprovokasi menyusul pengamanan sejumlah warga…

2 jam ago

Dishub Klaim Perbaikan 75 Titik PJU di Ternate Rampung Akhir 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate memperbaiki 75 titik penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan…

4 jam ago

Lestarikan Alam, Pertamina Tanam Terumbu Karang di Laut Jambula

Upaya menjaga ekosistem laut di wilayah pesisir Kota Ternate kembali dilakukan melalui penanaman terumbu karang…

5 jam ago

OJK Malut Terima Lagi Aduan Kerugian Investasi, 12 Warga Korban

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara kembali menerima pengaduan terkait dugaan investasi ilegal bernama Investasi…

5 jam ago

NHM Peduli Skrining 29 Anak dan Balita Stunting di Lima Kecamatan Halmahera Utara

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli kembali melakukan skrining kesehatan terhadap anak…

8 jam ago