Demokrasi di Era New Normal

Penulis, Rahmat R. Souwakil.

Oleh: Rahmat R. Souwakil

Serambi PILAS Institute

 

SETELAH pandemi Covid-19 ditetapkan sebagai endemi, semua proses kehidupan kembali normal. Tanpa harus memperhatikan protokol kesehatan seperti jaga jarak, cuci tangan dan sederet protokol kesehatan yang harus dijalani masyarakat ketika beraktivitas di ruang publik. Protokol kesehatan kini menjadi kenangan. Satu-satu yang tersisa dan masih diterapkan adalah kerja jarak jauh melalui aplikasi dan istilah Era “New Normal”.

Semua hal berubah. Dunia politik juga tak sepi dari perubahan. Jika pada 2020, kontestasi dalam melakukan rotasi kekuasaan di daerah dilakukan melalui Pilkada 2020 yang “diharuskan” terlaksana ditengah badai pandemi Covid-19, di tengah permintaan untuk Pilkada ditunda tak diaminkan pemerintah. Pemerintah bersemangat agar melaksanakan Pilkada tetap berjalan bisa jadi menjadi ‘’pintu pertama’’ yang harus dibuka agar melanggengkan jalan mulus segelintir orang mencapai kuasa.

Baca Juga:  Pelajaran dari Tomalou