News

Direktur Intelkam Polda Malut Paparkan Rancangan Proyek Perubahan Kresna Kie Raha

Direktur Intelkam Polda Maluku Utara, Kombes Pol Hadi Wiyono saat ini tercatat sebagai peserta pelatihan kepemimpinan nasional LAN RI Angkatan 58.

Hadi Wiyono menginisiasi proyek perubahan dengan judul “Akselerasi penanganan kerawanan pemilu melalui Kolaborasi Pemerintah Daerah Maluku Utara (KRSNA KIE RAHA)”.

Rancangan Proyek Perubahan (RPP) KRSNA KIE RAHA, telah dipresentasikan Kombes Pol Hadi, selaku Project Leader melalui uji seminar Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LVIII Tahun 2023.

Seminar tersebut disaksikan secara langsung oleh Mentor Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Midi Siswoko, dan didampingi Coach Ir. Setia Budhy Algamar, MURP, di mana project leader memberikan pemaparan dan penjelasan secara terperinci dan lugas dalam kurun waktu cukup singkat terkait Rancangan Proyek Perubahan KRSNA KIE RAHA.

Kombes Hadi kepada cermat mengatakan, dalam pemaparan menjelaskan bahwa pelaksanaan tugas secara khusus Polri di wilayah Maluku Utara yang terbagi dalam 10 Polres jajaran masih terkendala rentan kendali serta karakteristik Provinsi Maluku Utara yang merupakan daerah kepulauan.

“Memasuki tahun politik pada 2024 menjadikan permasalahan keamanan semakin kompleks sehingga hal tersebut dapat menjadi potensi gangguan bagi stabilitas Kamtibmas dimana tahapan Pemilu 2024 telah berjalan sesuai sesuai jadwal yang tertuang pada PKPU Nomor 03 tahun 2022,” ucap Hadi, Minggu, 1 Oktober 2023.

Ia menambahkan, kerawanan serta gambaran potensi konflik diwilayah Maluku Utara jelang Pemilu 2024 yakni berdasarkan hasil survey indeks kerawanan Pemilu untuk versi Bawaslu.

“Survei index kerawanan ini menggunakan 4 dimensi alat ukur dan menempatkan wilayah Maluku Utara pada urutan ke 3 nasional kategori rawan tinggi (kategori teratas dari 3 kategori yakni rendah, sedang, tinggi) serta peringkat I rawan politik uang,” pungkasnya.

——

Penulis: Samsul Laijou

redaksi

Recent Posts

Ada 1.692 Anak Tidak Sekolah di Pulau Taliabu

Pemerintah mencatat, terdapat sebanyak 1.692 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Pulau Taliabu, Maluku Utara setelah…

5 jam ago

Kebudayaan Lokal, Fondasi Pembangunan Halmahera Tengah: Saatnya Masuk Muatan Lokal

Oleh: AGUS HI JAMAL Halmahera Tengah memiliki kekayaan kebudayaan lokal yang tidak hanya berupa benda…

6 jam ago

Cerebrum-Cerebellum!

Waktu itu, aku sedang menertawakan mereka yang sedang menertawakan sesuatu. Bulan terik berkilau menyusuri celah-celah…

6 jam ago

DLH Morotai Olah Limbah Pasar Jadi Kompos

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pulau Morotai, Maluku Utara mulai mengolah sampah organik dari pasar menjadi…

6 jam ago

Fitrawan Popa Jabat Camat Morselbar, Rio Pawane Minta Perkuat Pelayanan Warga

Muhammad Fitrawan Popa resmi menjabat sebagai Camat Morotai Selatan Barat (Morselbar) menggantikan Syamsul Bachri Y.…

6 jam ago

Jarak Pandang di Morotai Menurun akibat Kabut Asap, Nelayan Diminta Ekstra Hati-hati

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul…

17 jam ago