News  

FOSHAL Desak Pemerintah Cabut Izin Tambang PT ANP di Pulau Fau, Halmahera Tengah

Peta wilayah konsesi tambang di Pulau Fau, Halmahera Tengah. Foto: FOSHAL

Forum Studi Halmahera (FOSHAL) Maluku Utara mendesak Pemerintah agar mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel PT Aneka Niaga Prima (ANP) yang berada di atas Pulau Fau, Gugusan Kepulauan Gebe, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye FOSHAL Julfikar Sangaji mengatakan, PT ANP telah menduduki lahan sebesar 459.66 hektare untuk kegiatan penambangan nikel. Luas konsesi tambang ini hampir mencaplok seluruh isi ruang darat Pulau Fau.

“Yang sangat disayangkan adalah Pulau Fau sebagai pulau kecil dengan ukuran begitu mungil. Persis luas pulau ini hanya sekitar 5,45 kilometer persegi atau 545 hektar dengan garis keliling sebesar 17.052 meter,” sebut Julfikar.

Julfikar bilang, walau ukuran pulau ini sangat mungil, namun melalui pemerintah, pulau ini harus diobral hingga berada dalam pendudukan tambang nikel. PT ANP mengantongi izin tambang Bupati Halmahera Tengah melalui SK: 540/KEP/336/2012 dengan tahapan kegiatan saat ini berstatus Operasi Produksi (OP) dan berakhir izin sampai Desember 2032.

Baca Juga:  Ingin Kerja Sama, Dubes Polandia Akan Temui Wali Kota Ternate