Demonstrasi aliansi pemuda di Gedung DPRD Pulau Taliabu menyoroti ragam isu krusial yang dinilai tidak mampu diselesaikan. Foto: La Ode Hizrat Kasim/cermat
Aliansi Pemuda Peduli Taliabu (AP2T) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Pulau Taliabu, Maluku Utara, Senin, 02 Januari 2026. Mereka menilai lembaga legislatif itu seperti “anjing” kekuasaan yang terus menggonggong, namun tidak mampu menjawab masalah dan tantangan daerahnya.
Dalam unjuk rasa tersebut, AP2T menyoroti sejumlah kinerja DPRD yang dinilai mengabaikan tugasnya, termasuk tak dapat menciptakan produk hukum atau peraturan daerah (perda) penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara mandiri.
Koordinator Lapangan AP2T, Sauti Jamadin menegaskan bahwa kinerja DPRD perlu menjadi perhatian bersama.
“Sebenarnya apa sih yang dikerjakan DPRD sehingga tidak dapat menciptakan perda? jangan hanya datang, duduk, dengar dan menghabiskan APBD saja,” kata Sauti di sela-sela aksi itu, Senin, 02 Februari 2026.
Sauti mengaku sangat menyayangkan peran anggota DPRD Taliabu yang sejatinya belum berdampak langsung terhadap masalah sosial di lingkungan masyarakat.
“Misalnya, banyak pelaku usaha tempat hiburan malam yang bebas tanpa hambatan beroperasi, ini juga tidak bisa diatur. Bahkan, daerah ini tak punya retribusi untuk PAD. Sebenarnya apa saja peran DPRD kita,” ucapnya.
“Perlu diingat bahwa rumusan Perda itu tugas DPRD. Saya sangat bingung, DPRD di Taliabu ini sama saja, tidak ada fungsinya.”
Menurut Sauti, masyarakat berharap agar DPRD benar-benar menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.
“Yang kami harapkan, DPRD harus bersikap sebagai wakil rakyat. Jangan cuma jadi anjing penggonggong kekuasaan,” tutupnya.
Sejumlah anggota TNI membubarkan kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Pesta Babi karya…
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk Brigjen Pol Arif Budiman sebagai Kepala Kepolisian Daerah…
Polres Halmahera Utara, Maluku Utara, tengah menyelidiki kasus meninggalnya dua warga negara asing (WNA) asal…
Tiga warga negara Singapura yang mendaki Gunung Api Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan…
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku Utara menggelar program pelatihan kerja dan produktivitas…
Dua warga negara asing (WNA) asal Singapura dilaporkan meninggal dunia saat berada di kawasan puncak…