News

Kapolda Malut Tekankan Deteksi Dini dan Respons Cepat dalam GO Triwulan I 2026

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, bersama Wakapolda Brigjen Pol Stephen M. Napiun, memberikan arahan tegas kepada para Kapolres dan Kasat dalam kegiatan Gelar Operasional (GO) bidang pembinaan dan operasional Triwulan I tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung Rabu, 15 April 2026 ini menjadi forum penting untuk membahas perkembangan penanganan perkara sekaligus merumuskan rencana kerja ke depan, baik di tingkat satuan kerja (satker) maupun Polres jajaran.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Maluku Utara menekankan enam poin penting yang harus menjadi perhatian seluruh jajaran, yakni:

  1. Mengoptimalkan deteksi dini serta langkah preventif guna mencegah gangguan kamtibmas, termasuk konflik sosial dan perang antar kampung.
  2. Meningkatkan sinergi dan koordinasi lintas instansi dalam penanganan bencana dan konflik sosial.
  3. Merespons setiap kejadian secara cepat, tepat, dan terkoordinasi untuk mencegah eskalasi.
  4. Melaksanakan tugas secara profesional dengan pendekatan humanis, serta menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia.
  5. Mengutamakan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
  6. Bertindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Irjen Pol Waris Agono pun menegaskan pelaksanaan GO ini merupakan momentum penting untuk melakukan analisis dan evaluasi kinerja selama Triwulan I tahun 2026.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat merumuskan langkah-langkah strategis ke depan guna meningkatkan kinerja satuan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, terjadi peningkatan gangguan kamtibmas pada triwulan pertama tahun 2026. Di sisi lain, tingkat penyelesaian perkara justru mengalami penurunan, yang menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran.

“Kondisi ini menuntut kita untuk meningkatkan efektivitas kinerja, baik dalam aspek pencegahan maupun penegakan hukum,” tegasnya.

Kapolda juga menyoroti kondisi geografis Maluku Utara yang rawan bencana serta potensi konflik sosial di sejumlah wilayah. Hal tersebut, menurutnya, menuntut kesiapsiagaan yang lebih tinggi dari seluruh personel.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, baik pada tahap pra-kejadian maupun saat penanganan berlangsung.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan. Tidak hanya secara fisik, tetapi juga melalui pelayanan yang cepat, sikap humanis, serta tindakan yang mampu memberikan rasa aman dan keadilan,” pungkasnya.

redaksi

Recent Posts

Polda Malut Terima 32 Senjata Api Ilegal dan 358 Butir Amunisi dari Masyarakat

Polda Maluku Utara menerima 32 senjata api dan 358 butir amunisi yang diserahkan masyarakat secara…

5 jam ago

Pasokan Solar Terbatas, Siantan Ternate Terapkan Ganjil-Genap Plat Kendaraan

Di tengah keterbatasan pasokan solar di Kota Ternate, PT Siantan Ternate menerapkan sistem penyaluran berdasarkan…

9 jam ago

Sambut Hari Jadi Propam Polri Ke-24, Polres Taliabu Salurkan Bansos

Polres Pulau Taliabu, Maluku Utara menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) sebanyak 20 paket Sembilan Bahan Pokok…

18 jam ago

Dugaan Galian C Ilegal di Jalan Villa Dukono Kembali Beraktivitas, Pencopotan Garis Polisi Dipertanyakan

Aktivitas galian C yang diduga ilegal di Jalan Villa Dukono, Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten…

18 jam ago

Event TEMU 2026 Sajikan Kelas Puisi di IAIN Ternate

Rumah Literia bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Ternate menggelar kelas menulis puisi bertajuk “Merangkai…

21 jam ago

Mahasiswa UNUTARA Aksi, Soroti Mandeknya Perkuliahan hingga Hak Dosen

Sejumlah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) menggelar demonstrasi di depan kampusnya, pada Selasa,…

21 jam ago