Pelaksanaan lomba bahasa Ternate di Kedaton Kesultanan Ternate. Foto: Istimewa
Yayasan Noble Future Education menggelar Kompetisi Bahasa Ternate di Pendopo Kedaton Kesultanan Ternate, Jumat, 17 Juli 2026, sebagai bagian dari program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan yang didukung Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Maluku Utara. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong pelestarian bahasa daerah melalui pendekatan edukatif dan kompetitif.
Kompetisi tersebut diikuti pelajar hingga mahasiswa dengan tiga kategori lomba, yakni Tebak Gambar Bahasa Ternate untuk tingkat SD, Cerdas Cermat Bahasa Ternate bagi siswa SMP dan SMA, serta kuis Who Wants to Be a Millionaire Bahasa Ternate untuk mahasiswa. Para juara di setiap kategori memperoleh plakat, sertifikat, dan hadiah uang tunai.
Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia melibatkan perangkat Kesultanan Ternate sebagai juri dan moderator. Menurut panitia, keterlibatan mereka penting karena memiliki pemahaman mendalam mengenai bahasa dan budaya Ternate.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Ternate dan turut dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara, Kasubag Umum Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Ternate.
Ketua Yayasan Noble Future Education sekaligus Ketua Panitia, Mohammad Taufik atau yang akrab disapa Ipox, mengatakan pelestarian bahasa daerah tidak cukup dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga harus diperkuat lewat kegiatan nonformal dan informal. Menurutnya, bahasa merupakan bagian penting dari identitas budaya yang harus terus dijaga di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan era digital.
“Modernisasi memang tidak bisa dihindari, tetapi bahasa daerah adalah simbol identitas yang harus terus dirawat agar karakter budaya kita tetap dikenal,” ujarnya.
Ipox juga berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin di sekolah-sekolah. Ia menilai lomba kebahasaan yang dahulu sering digelar kini mulai berkurang, sehingga perlu dihidupkan kembali untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa lokal sejak usia dini.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara mengingatkan bahwa bahasa daerah kini menghadapi ancaman kepunahan. Senada dengan itu, Kasubag Umum Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan yayasan dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah.
Wakil Wali Kota Ternate juga mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi tersebut. Menurutnya, kegiatan edukatif yang memiliki dampak sosial seperti lomba bahasa daerah perlu menjadi agenda rutin, terutama pada momen-momen penting seperti Hari Pendidikan Nasional, Hari Kemerdekaan, maupun Hari Jadi Kota Ternate.
Di akhir acara, panitia mengumumkan para pemenang. Pada kategori Cerdas Cermat Bahasa Ternate, juara pertama diraih pasangan Tiara Asri dan Agni Trivani Saurangi, juara kedua Desila D. Rumain dan Alfiara Detirta Gailea, serta juara ketiga Rizkal Bambang dan Devika Nindi Umasugi.
Untuk kategori Tebak Gambar Bahasa Ternate tingkat SD, Bisma Farji M. Duwila dari Sekolah Rakyat keluar sebagai juara pertama, disusul Gabriel Omar Aputila dari SD Katolik Santa Theresia sebagai juara kedua, dan Maulana Malik F.M. Duwila dari Sekolah Rakyat sebagai juara ketiga.
Sementara pada kategori Who Wants to Be a Millionaire Bahasa Ternate tingkat mahasiswa, pemenang sesi pertama adalah Junita Basahona dari Komunitas Pulo Tareba Takome, sesi kedua dimenangkan Rianti Jufri dari Hiri, dan sesi ketiga diraih Fani Iksan dari Pulo Tareba.
Panitia berharap kompetisi ini menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Bahasa Ternate sekaligus mendorong penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pulau Taliabu,…
Oleh: Idra Faudu EMPAT abad lalu, Miguel de Cervantes menulis kisah tentang seorang bangsawan…
Halmahera Wildlife Photography (HWP) resmi memulai program konservasi berbasis masyarakat dengan mendeklarasikan Kelompok Konservasi Desa…
Komunitas literasi Taman Baca Masyarakat (TBM) Masure resmi menggelar rangkaian Festival Sastra Bale Halmahera (FSBH)…
Panitia Penyelenggara bersama Steering Committee (SC) Musyawarah Provinsi (Muprov) V Kamar Dagang dan Industri (KADIN)…
Kekayaan kuliner tradisional Maluku Utara akan kembali diangkat ke layar lebar melalui film dokumenter Rimo-Rimo,…