Categories: News

Pelaku Bom Molotov di Halmahera Utara Diringkus, 4 Masih Buron

Polisi berhasil meringkus sejumlah pelaku pelemparan bom molotov di Desa Dokulamo, Halmahera Utara, Maluku Utara. Polisi mengumumkan bahwa empat pelaku lainnya dalam kasus ini resmi menjadi buronan.

Penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan polisi nomor LPIA/03/IVI2025/SPKT/Polres Halamahera Utara/Polda Maluku Utara tertanggal 27 April 2025.

Laporan ini terkait dugaan terjadinya tindak pidana kejahatan yang mendatangkan bahaya bagi keamanan umum, manusia dan barang.

Kemudian berdasarka surat perintah penyidikan dengan nomor SP. Sidik/ 48/IV/ 2025/ Reskrim tanggal 27 April 2025.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Faidil Zikri dalam konferensi pers mengatakan, tujuan dari aksi para pelaku ini untuk menciptakan kerusuhan di Desa Dokulamo.

“Para pelaku memang berniat membuat rusuh di Desa Dokulamo. Sambil minum-minuman keras, mereka berdiskusi dan merencanakan aksi pelemparan bom molotov,” kata Faidil, Senin, 28 April 2025.

Ia menyebut dari hasil penyelidikan, para pelaku diketahui berjumlah 7 orang, 3 pelaku berhasil diamankan, sedangkan 4 pelaku kini berstatus buron.

Tiga orang pelaku yang ditangkap adalah SAB alis Stoner (18) tahun, AK alias Aslan (16) tahun dan MR alias Maikel alias Kelo (27) tahun.

“Sementara terduga pelaku yang masih berstatus DPO yakni RD alias Rendi, NS alias Nando, FT alias Fiki dan IL alias Nuel,” ungkap dia.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu robekan kain yang dijadikan sumbu, satu unit sepeda motor jenis Yamaha MX King warna biru toskan, dua potong jaket switer warna hitam yang diduga dipakai oleh terduga pelaku SAB alis Stoner dan AK alis Alvian dan satu buat rekaman CCTV dalam bentuk flas dis.

Para pelaku disangkakan dengan pasal 187 ayat (1) terkait membuat, menerima, mempunyai, menyembunyikan, serta membawa bahan-bahan benda atau perkakas yang dipergunakan untuk mengadakan letusan yang dapat mendatangkan bahaya maut atau bahaya umum bagi barang.

Kemudian ayat (2) tentang bahan-bahan, benda atau perkakas yang dimaksudkan diketahui untuk mengadakan letusan, sementara pasal 187 ter (Permufakatan untuk melakukan salah satu kejahatan), dengan ancaman 8 tahun penjara.

redaksi

Recent Posts

Warga RT 9 Moya, Ternate, Bebas dari Krisis Air Bersih Setelah 20 Tahun

Upaya Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale akhirnya berbuah hasil—mengakhiri krisis air bersih selama 20…

2 jam ago

Sejumlah Galian C Taliabu Masuk Pemetaan, Lokasi Berisiko Tinggi Bisa Dihentikan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, akan meninjau lima lokasi penambangan pasir dan batuan…

4 jam ago

Transaksi Digital Kini Mudahkan Wisatawan Pantai Sulamadaha

Kawasan wisata Pantai Sulamadaha, Kota Ternate, resmi menjadi Kawasan Siap QRIS. Bank Indonesia (BI) Maluku…

12 jam ago

Gerindra Patuhi Putusan BK DPRD, Siapkan Proses PAW Nurjaya Ibrahim

Partai Gerindra menyatakan mematuhi keputusan badan kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate terkait pemberhentian Nurjaya Hi…

1 hari ago

Jaksa Agung Lantik Roberthus Tacoy sebagai Kajati Malut, Sufari Dipromosi ke Jamwas

Jaksa Agung RI ST Burhanuddin resmi melantik Roberthus Melchisedek Tacoy sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)…

1 hari ago

Pemprov Klaim Kemiskinan di Malut Menurun Berkat Pengentasan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara mengklaim angka kemiskinan pada Maret 2026 sebesar 5,59 persen mengalami…

1 hari ago