News  

Pertumbuhan Ekonomi Kota Ternate pada Tahun 2022 Sentuh Angka 7,7 Triliun

Wali Kota Ternate Tauhid Soleman. Foto: Istimewa

Pertumbuhan ekonomi Kota Ternate, Maluku Utara, pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 5,32 persen dari tahun sebelumnya. 

Hal ini disampaikan Wali Kota Ternate Tauhid Soleman dalam Rapat Paripurna ke-3 masa persidangan II tahun 2023 tentang Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Tahun Anggaran 2022 dan Penyampaian Ranperda Insiatif Pemerintah Kota Ternate, Senin, 3 Juli 2023. 

Dalam LPP-nya, Tauhid mengungkapkan, angka perkiraan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan mengalami kenaikan dari 7,3 triliun rupiah pada tahun 2021 menjadi 7,7 triliun rupiah pada 2022. 

Selain itu, kata Tauhid, salah satu indikator tingkat kemakmuran penduduk di suatu daerah/wilayah dapat dilihat dari nilai PDRB per kapita, yang merupakan hasil bagi antara nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi dengan jumlah penduduk tengah tahun. 

Karena itu, sambung Tauhid, besar kecilnya jumlah penduduk akan memengaruhi nilai PDRB per kapita. Sementara besar kecilnya nilai PDRB sangat tergantung pada potensi sumber daya alam dan faktor-faktor produksi yang terdapat di daerah tersebut. 

“PDRB per kapita atas dasar harga berlaku menunjukkan nilai PDRB per kepala atau per satu orang penduduk,” ungkapnya.

Berdasarkan angka perkiraan itu, tutur Tauhid, bahwa PDRB perkapita atas dasar harga berlaku Kota Ternate Tahun 2021 sebesar 43,48 juta rupiah per tahun, sedangkan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku 2022 sebesar 59,52 juta rupiah per tahun. 

“Tingginya pendapatan perkapita masyarakat Kota Ternate terkadang juga menjadi masalah perekonomian di Kota Ternate, salah satunya adalah inflasi. Pendapatan masyarakat yang tinggi, secara langsung berdampak meningkatnya kemampuan masyarakat untuk konsumsi barang dan jasa,” jelasnya.

Juga, tingginya tingkat konsumsi masyarakat Kota Ternate tidak dapat dicukupi oleh persediaan barang dan jasa, sehingga menyebabkan masalah baru, yakni inflasi. 

Baca Juga:  Jaksa Kejati Malut Dilaporkan ke Kejagung Gara-gara Bikin Sulit Pengalihan Penahanan

“Inflasi tahun kalender dan inflasi year on year Kota Ternate adalah sebesar 3,37 persen,” bebernya. 

Tauhid bilang, pada Desember 2022, Kota Ternate mengalami inflasi pada tiga kelompok pengeluaran, dan lima kelompok pengeluaran stagnan.  

Kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,79 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,31 persen. 

Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,56 persen. Kelompok transportasi sebesar 19,56 persen, kelompok  rekreasi, olahraga dan budaya sebesar  0,18 persen,  kelompok penyedia makanan dan minuman/restoran sebesar 0,10 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,93 persen. 

“Sementara kesehatan sebesar 0,28 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,37 persen,” tutupnya. 

———

Penulis: Muhammad Ilham Yahya

Editor: Ghalim Umabaihi