Surat Tentang “Orang Buangan”

Anda ingat dengan Sultan Nuku (1978)–Sultan Tidore dengan gelar Muhammad Amiruddin Kaicil Paparangan. Dia adalah tokoh Tidore yang mampu membangun kekuatan militer, politik dan sosial dari daerah-daerah yang dianggap sebagai wilayah “Buangan”. Dia adalah pemimpin pemberontakan yang sukses melawan Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) –Perusahaan Hindia Timur Belanda dan sekutu-sekutu pribuminya.

Melarikan diri dari Tidore dan mencari mencari perlindungan di Seram Bagian Timur, Halmahera, dan Raja Ampat. Melancarkan pemberontakan. Pada tahun 1797 dan kembali ke Tidore dengan pasukan sekutunya dan menaklukkan Kesultanan Bacan dan Tidore. Selama pengasingannya, Nuku melawan pasukan dari tiga Pemerintah VOC di Maluku: Ternate, Ambon, dan Banda. Nuku berhasil mengalahkan mereka. Dari daerah pembuangan ia melakukan perubahan.

Baca Juga:  Menyoal Pemberhentian Hakim Mahkamah Konstitusi