News  

Tanggapi Protes Casis Polisi, Ini Kata Polda Maluku Utara

Karo SDM Polda Maluku Utara, Kombes Pol Taovik. Foto: Samsul

Polda Maluku Utara buka suara menanggapi seorang Casis Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Kehumasan dan IT, Ramadan H. Khairudin, yang mempertanyakan kinerja panitia penerimaan anggota Polri.

Casis dengan nomor 063537/P/0005 pengiriman dari Polres Ternate ini protes lantaran tidak memenuhi syarat (TMS) jelang 2 jam pengumuman penentuan akhir (Pantukhir). Terutama setelah Panitia Pusat memverifikasi dan menyatakan Ramadan TMS di tahap Anthropometrik.

Karo SDM Polda Maluku Utara, Kombes Pol Taovik Ibnu Subarkah kepada cermat menegaskan, sejak awal seleksi penerimaan anggota Polri, pihaknya membuka diri ketika ada casis maupun orang tua yang ingin mempertanyakan atau memprotes.

Saat ini, tambah ia, panitia tengah mempersiapkan data-data casis Ramadan H. Khairudin. Setelahnya, pihaknya mengundang casis dan orang tuanya untuk dipaparkan.

“Kita bicara dengan data, bukan perkiraan, datanya sudah siap, kita undang yang bersangkutan dan kita paparkan. Di penerimaan saya sudah sampaikan ada yang kurang puas silahkan ke kita biar dijelaskan,” ucap Taovik, Minggu, 7 Juli 2024.

Taovik membenarkan Ramadan merupakan Bakomsus Kehumasan dan IT. Kalau nilainya kurang atau ada temuan yang harusnya sudah gugur di tahap itu, kata ia, masih diberikan kesempatan untuk mengikuti ditahap-tahap selanjutnya.

“Tetapi nanti diverifikasi ini khusus untuk Bakomsus dari Panitia Pusat. Mungkin kuotanya habis mereka bisa diakomodir tetapi kuotanya masih banyak tentu yang terbaik yang diambil,” jelasnya.

Mantan Kapolres Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan ini bilang, dari hasil verifikasi dari panitia pusat casis tersebut dinyatakan TMS. Dan pihaknya menyampaikan di sebelum sidang Pantukhir.

“Nanti kalau kita sampaikan pas di Sidang nanti yang bersangkutan kaget nanti, kita sudah sampaikan ke dia cuman mungkin penyampaian ke orang tuanya yang tidak pas,” pungkasnya.

—-

Penulis: Samsul Laijou

Editor: Ghalim Umabaihi

Baca Juga:  Dani Tantry Sebut SK Gubernur Soal PAW Cacat Prosedur