TOMA: “Bandel, Pantang Surut”

Zainuddin M Arie

*Oleh Zainuddin M. Arie

 

Jalan Pahlawan Revolusi, sore. Kawasan Landmark Kota Ternate dan depan Kantor Walikota Ternate, padat. Jalan yang biasanya bebas dan aman dilalui kendaraan-kendaraan bermotor dan pejalan kaki, mulai pukul 16.00 itu tak leluasa dilalui kendaraan bermotor. Kendaraan beroda dua hanya bisa bergerak perlahan, mengikuti kendaraan di depannya, beriringan bagai konvoi semut. Di sisi kiri-kanan mereka, nyaris setiap jengkal tanah telah “diduduki” massa. Petugas lalulintas harus bekerja keras mengatur arus kendaraan yang tersendat sembari menertibkan massa yang terus mengalir ke titik itu.

Bagai satu komando, semua orang, baik yang duduk maupun berdiri, mengarahkan pandangan ke selatan, ke arah videotron yang terpasang cukup tinggi menghadap ke utara, di ujung ruas jalan dua arah dari depan pelabuhan, tepat di depan Jembatan Residen.

Baca Juga:  Rasisme, Pers, dan Pesan-pesan Politik