Adrian Idhan (tengah) saat diwawancarai awak media. Foto: Eko Pujianto/cermat
Ketua terpilih Partai Golkar Kota Ternate, Adrian Idhan, menargetkan partainya merebut posisi pimpinan DPRD Kota Ternate sekaligus menyiapkan kader internal untuk bertarung dalam pemilihan wali kota mendatang.
Target tersebut menjadi salah satu agenda politik Adrian setelah ditetapkan sebagai ketua dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Golkar Kota Ternate, Kamis, 22 Oktober 2026.
Untuk mewujudkan target itu, Adrian menegaskan akan memperkuat konsolidasi internal melalui pembenahan dan penyegaran struktur kepengurusan, mulai dari tingkat kota hingga kecamatan.
“Pembenahan struktur menjadi salah satu langkah penting untuk membangun Partai Golkar Kota Ternate yang lebih solid, terbuka, dan mampu menjawab tantangan politik ke depan,” ujarnya kepada awak media, Kamis.
Menurut Adrian, penyegaran kepengurusan akan melibatkan wajah-wajah baru, baik di tingkat kota maupun kecamatan. Langkah ini diharapkan menghadirkan energi baru sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi kader untuk terlibat dalam pengembangan partai.
Ia menilai, pencapaian target politik tidak cukup hanya dengan memperkuat struktur organisasi. Diperlukan kerja kolektif, soliditas kader, serta upaya membangun kembali kebersamaan di internal partai.
Adrian juga menegaskan komitmennya merangkul seluruh kader, termasuk mereka yang memiliki perbedaan sikap selama proses Musda VII. Menurutnya, dinamika dalam pemilihan kepemimpinan tidak boleh menjadi penghalang bagi partai untuk bergerak bersama.
“Kepemimpinan tidak akan menutup ruang bagi kader maupun pihak-pihak yang sebelumnya memiliki perbedaan sikap dalam proses Musda. Saya berkomitmen merangkul seluruh elemen agar perbedaan yang terjadi selama proses pemilihan tidak berlanjut menjadi sekat dalam menjalankan roda organisasi,” tegasnya.
Ia bilang, persatuan merupakan modal penting untuk memperkuat posisi Golkar dalam menghadapi persaingan politik di Kota Ternate. Karena itu, konsolidasi organisasi akan diarahkan tidak hanya untuk menyatukan kader, tetapi juga mempersiapkan partai menghadapi agenda politik mendatang.
Dengan kepemimpinan baru, Golkar Ternate berupaya membangun kekuatan politik yang lebih kompetitif melalui penyegaran kepengurusan, penguatan internal, dan persiapan kader untuk menduduki posisi strategis di pemerintahan daerah.
Musda VII menjadi momentum bagi Golkar Ternate untuk menata kembali organisasi sekaligus menyusun strategi dalam menghadapi kontestasi politik berikutnya.
Sebanyak 105 kepala keluarga (KK) di Desa Tabanoma, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku…
Tim Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) diberangkatkan untuk mengikuti 8th Indonesian…
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pulau Morotai, Maluku Utara, akan membuka pelayanan administrasi kependudukan…
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Pulau Morotai melalui bidang YANKES melaksanakan monitoring,…
Satuan Reserse Narkoba Polres Pulau Morotai, Maluku Utara mengungkap dugaan tindak pidana narkotika jenis tembakau…
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara menyatakan berkas perkara dugaan korupsi pemotongan Dana Desa (DD) di…