News

5 Terduga Pelaku Kasus Pencabulan Anak Diamankan Polres Halut

Polres Halmahera Utara, Maluku Utara, berhasil mengamankan 5 orang terduga pelaku kasus tindak pidana persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP M Zulfikar Iskandar dalam konferensi pers menyampaikan, kasus yang menyeret kelima terduga pelaku ini terjadi di wilayah Kota Tobelo, Halmahera Utara.

Lima orang terduga pelaku ini masing-masing berinisial UD alias Ucen, MB alias Badrun, CL alias Leon, AF alias Andika dan FM alias Fadela.

Zulfikar menerangkan, kasus tersebut bermula dari laporan yang diterima pihaknya sehari setelah insiden pencabulan terjadi, pada 4 November 223 lalu.

Akibatnya, kata dia, korban mengalami luka sobek pada bagian kelamin dan memar pada bagian payudara, serta bagian perut.

“Setelah dua Minggu, sekarang kami telah amankan 5 orang dari total terduga pelaku 9 orang,” ucap Zulfikar, Kamis, 23 November 2023.

“Ini merupakan atensi dari kami dan pesan saya kepada seluruh masyarakat agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” lanjutnya.

Ia bilang, berdasarkan informasi yang diterima, para pelaku ini pernah mengonsumsi lem eha-bond. “Perlu saya sampaikan bahwa lem ini sangat berbahaya sehingga mampu membuat orang berhalusinasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Halut, Iptu M Thoha Alhadar menambahkan, motif dari para pelaku adalah melampiaskan nafsu seksualnya.

“Para pelaku melakukan tindakan ini di salah satu rumah kosong letaknya di depan lapangan bola di tobelo,” jelasnya

Dari kelimanya, satu di antaranya ditangkap di kota Ternate usai melarikan diri.

“Sementara ketiga terduga pelaku kami tangkap di Tobelo sementara satu pelaku yang masih di bawah umur kita titipkan sementara di lapas yang bersangkutan sempat kabur di Bitung, setelah dilakukan komunikasi ke orang tua korban sehingga yang bersangkutan langsung diantar oleh orang tuanya ke polres,” jelas Thoha.

Ia menjelaskan, para pelaku dijerat pasal 81 Ayat (1dan 3) kudian 82 ayat 1 dan 2 perlindungan anak terkait dengan persetubuhan anak di bawah umur secara bersama-sama dengan ancaman pidana paling lambat 5 tahun dan paling lama sekitar 15 tahun penjara serta denda 5 Miliar.

“Sementara keempat pelaku yang masih buron yakni berinisial FH alias Fikril,NC alias Nick, RK alias Faroda dan HT alias Ikal,” pungkasnya.

——

Penulis: Agus

Editor: Rian Hidayat

redaksi

Recent Posts

Pangan Murah Siap Hadir di Morovest 2026

Membantu meringankan belanja masyarakat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pulau Morotai, Maluku Utara, menyiapkan Gerakan…

4 jam ago

Dinkes Sediakan Posko Kesehatan Gratis 24 Jam Selama Morotai Festival 2026

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Pulau Morotai, Maluku Utara, menyiapkan posko pelayanan kesehatan gratis…

5 jam ago

Siswa SRD 7 Kunjungi Kedaton, Sultan Tidore Ajak Tanamkan Cinta Tanah Air

Sultan Tidore, H. Husain Alting Sjah, SE., MM., menerima rombongan siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD)…

6 jam ago

Jumat Keliling, Cara Kapolda Irjen Arif Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas di Malut

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, terus menjalankan program Kapolri. Kali ini melaksanakan Jumat…

22 jam ago

Dari Helm hingga Knalpot, Ini Sasaran Operasi Patuh Kie Raha 2026 di Morotai

Polres Pulau Morotai, Maluku Utara, resmi menggelar Apel Gabungan Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh…

1 hari ago

NHM Peduli Bangun Fasilitas Air Bersih untuk 105 KK di Tabanoma

Sebanyak 105 kepala keluarga (KK) di Desa Tabanoma, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku…

2 hari ago