Melalui dokumenter ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal kehidupan O’Hongana Manyawa secara lebih utuh, meningkatkan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, serta mendukung upaya pelestarian budaya dan lingkungan demi keberlanjutan warisan Indonesia. Foto: Istimewa
Sebuah film dokumenter tentang kehidupan masyarakat adat O’Hongana Manyawa atau Tobelo Dalam tengah diproduksi sebagai upaya mendokumentasikan kekayaan budaya, pengetahuan tradisional, serta hubungan harmonis mereka dengan hutan Halmahera. Film ini menjadi media edukasi sekaligus mendorong pelestarian warisan budaya yang kian tergerus perubahan zaman.
Istilah “Togutil” memang masih kerap digunakan oleh masyarakat. Namun, banyak anggota komunitas dan peneliti lebih memilih penyebutan O’Hongana Manyawa atau Tobelo Dalam karena istilah “Togutil” dinilai memiliki konotasi kurang tepat.
Proses produksi dilakukan di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan sejumlah wilayah adat di pedalaman Pulau Halmahera. Seluruh tahapan pengambilan gambar mengedepankan pendekatan partisipatif dengan melibatkan tokoh adat, masyarakat setempat, serta pihak terkait agar proses dokumentasi berlangsung secara etis dan menghormati hak-hak masyarakat adat.
Film ini akan menampilkan berbagai sisi kehidupan O’Hongana Manyawa, mulai dari ketergantungan mereka terhadap hutan, sistem pengetahuan lokal, tradisi berburu dan meramu, nilai gotong royong, hingga hubungan spiritual dengan alam.
Dokumenter tersebut juga mengangkat berbagai tantangan yang kini dihadapi masyarakat adat, termasuk tekanan terhadap ruang hidup mereka dan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan.
Produser sekaligus Ketua Tim Pelaksana, Muhammad Sofyan Ansar atau Opan Jacky, mengatakan dokumenter ini lahir dari kepedulian untuk menjaga warisan budaya masyarakat adat agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
“Film ini bukan sekadar merekam kehidupan O’Hongana Manyawa, tetapi menghadirkan kisah mereka dengan penuh penghormatan. Kami ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki pengetahuan, nilai-nilai kehidupan, dan hubungan yang sangat kuat dengan alam,” ujar Opan kepada cermat, Jumat, 24 Juli 2026.
“Harapannya, film ini menjadi jembatan bagi masyarakat luas untuk mengenal kearifan budaya mereka sekaligus mengajak semua pihak menjaga kelestarian hutan dan menghormati hak-hak masyarakat adat,” tambahnya.
Menurut Opan, seluruh proses produksi dilaksanakan dengan mengedepankan etika dokumenter. Tim membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat adat serta memastikan setiap pengambilan gambar tetap menghormati adat istiadat, privasi, dan ruang hidup komunitas.
“Kami percaya setiap budaya memiliki cerita yang layak didengar. Dokumenter ini merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat adat yang selama ini menjadi penjaga hutan Halmahera. Kami berharap karya ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai budaya Indonesia dan berperan dalam menjaga keberagaman bangsa,” katanya.
Film dokumenter tersebut rencananya akan diputar di berbagai forum kebudayaan, lembaga pendidikan, festival film dokumenter, hingga platform digital sebagai media pembelajaran dan promosi budaya Indonesia.
Melalui dokumenter ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal kehidupan O’Hongana Manyawa secara lebih utuh, meningkatkan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, serta mendukung upaya pelestarian budaya dan lingkungan demi keberlanjutan warisan Indonesia.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, optimistis berbagai program prioritas pemerintah pusat tetap dapat…
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Ternate menggelar kerja bakti bertajuk Gerakan Indonesia ASRI…
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, bersama sejumlah anggota Komisi III melakukan kunjungan…
Polda Maluku Utara memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan jumlah personel hingga minimnya…
Komisi III DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Maluku Utara untuk mengevaluasi pelaksanaan penegakan…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A)…