Kondisi banjir di Desa Gamlamo, Halmahera Barat, menutup sejumlah akses umum. Foto: Istimewa
Setidaknya terdapat tujuh rumah warga di Desa Gamlamo, Halmahera Barat, Maluku Utara dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang terjadi pada Rabu dini hari, 7 Januari 2025.
Dari jumlah itu, dua rumah di antaranya tertimbun tanah bahkan hanya menyisakan fondasi, sementara lima rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian dinding yang jebol diterjang arus.
“Banjir mulai naik sekitar jam 10 malam, namun kondisi terparah terjadi pada dini hari saat debit air semakin deras,” ujar Kelala Desa Gamlamo, Sofyan Umar, yang dihubungi cermat melalu WhatsApp.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini meski terdapat kerusakan materil. Saat ini, kondisi air mulai surut dan warga mulai bergotong-royong membersihkan sisa lumpur serta material banjir.
Sofyan mengaku kebutuhan emendesak warga saat ini adalah stok pangan menipis akibat terendam banjir.
“Kemudian pakaian layak pakai, karena banyak warga tidak sempat menyelamatkan pakaian karena hanyut terbawa arus yang sangat deras,” ujarnya.
Kebutuhan dasar lainnya, tambah dia, berupa perlengkapan tidur dan kebutuhan sanitasi darurat. “Pihak terkait masih terus melakukan pendataan mendalam untuk memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan,” pungkasnya.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Halmahera Utara resmi menuntaskan penanganan kasus dugaan Penambangan Emas Tanpa…
Dinamika politik internal Partai Golkar Maluku Utara mulai menghangat. Salah satu kandidat kuat Ketua DPD…
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, dilaporkan oleh istrinya berinisial L ke…
Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pemanfaatan potensi lokal di berbagai daerah. Di…
Oleh: Aswan Kharie, Jurnalis cermat Saya lahir dan besar di Desa Daruba, Pulau Morotai, Maluku…
Anggota DPRD Pulau Morotai, Maluku Utara, Moh Akbar Mangoda, menilai Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK…