Advetorial

Bawaslu dan KPU Malut Mulai Bahas Kesiapan Teknis PSU di TPS 08 Tabona

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara telah mengadakan rapat koordinasi guna membahas pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 08 Tabona, Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate.

Rapat koordinasi yang digelar pada Selasa, 18 Juni 2024 ini dipusatkan di kantor Bawaslu Maluku Utara.

Dalam kesempatan itu, Ketua Bawaslu Maluku Utara, Masita Nawawi Gani, mengaku pihaknya telah siap mengawasi pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 08 Tabona yang dijadwalkan pada 22 Juni 2024 mendatang.

Masita bahkan mengungkapkan bahwa Bawaslu telah melakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan di TPS tersebut.

“Kami telah mengadakan rapat koordinasi dengan Bawaslu Kota Ternate dan memetakan potensi kerawanan di TPS ini. Karena berdasarkan laporan, tensi di TPS tersebut sangat tinggi,” ujar Masita.

Ia juga mengungkapkan pentingnya antisipasi terhadap potensi kerawanan saat berlangsungnya PSU. “Sebelumnya kami telah melakukan rapat koordinasi dengan Bawaslu Kota Ternate, memetakan potensi kerawanan PSU karena tensi di TPS tersebut dilaporkan sangat tinggi,” ujar Masita

Salah satu isu krusial yang disoroti adalah praktik politik uang. Alumni HMI ini menyebut bahwa politik uang bisa menjadi ancaman besar dalam pelaksanaan PSU kali ini. “Politik uang memang menjadi ancaman terbesar dalam pemilu kita. Oleh karena itu, kita mesti tetap fokus dan memperkuat langkah-langkah strategis di lapangan,” tegasnya.

Karena itu, Bawaslu akan melaksanakan sosialisasi mengenai bahaya politik uang kepada masyarakat di sekitar TPS. “Kami akan melibatkan jajaran ad hoc untuk gencar melakukan sosialisasi,” tambah Masita.

Reni A Banjar, Anggota KPU Maluku Utara, mengungkapkan bahwa semua persiapan teknis sudah hampir selesai, dengan bilik dan kotak suara sudah tersedia dan hanya tinggal menunggu percetakan surat suara, C-Plano, dan C-Pemberitahuan di Makassar. “Surat suara nanti akan bertuliskan PSU MK, dan semua keperluan teknis lainnya sudah siap,” jelas Reni.

Dalam diskusi tersebut, beberapa poin diidentifikasi sebagai bagian dari kerawanan PSU, yaitu Ketaatan terhadap prosedur pelaksanaan PSU oleh penyelenggara, Politik uang, Intimidasi terhadap pemilih, serta Penggunaan fasilitas pemerintah/pemda untuk kepentingan parpol tertentu.

Dalam rapat koordinasi ini, hadir pula Anggota Bawaslu Rusly Saraha, Sumitro Muhammadiyah, Adrian Y Naleng, Suleman Patras, Ketua dan Anggota KPU Maluku Utara, serta Kepala Sekretariat dan Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Maluku Utara. (ADV)

—-

Penulis: Tim cermat

Editor: Ghalim Umabaihi

redaksi

Recent Posts

Cabor Tinju Jadi Andalan Wakil Ternate di Porprov Malut 2026

Cabang olahraga (cabor) tinju dipastikan menjadi salah satu andalan Kota Ternate dalam menghadapi Pekan Olahraga…

5 jam ago

Dugaan Penipuan Penjualan Rumah di Ternate Dilaporkan ke Polda Malut

Seorang warga, Damaz Aristy Sisvareza, melalui kuasa hukumnya, Ali Imron Selajar, melaporkan dugaan tindak pidana…

5 jam ago

Disambut Khidmat, Makam Burhan Abdurrahman Kini Dipindahkan ke Ternate

Suasana penuh khidmat menyelimuti prosesi pemindahan makam Burhan Abdurrahman dari Makassar ke Kota Ternate, Selasa,…

10 jam ago

Kajati Malut Kunker ke Haltim, Apresiasi Kinerja Pemda dan Program Jaga Desa

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara, Sufari melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari)…

11 jam ago

Risno La Bami Jabat Sekretaris Partai Umat Morotai

Risno La Bami resmi dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Partai Ummat Pulau Morotai, Maluku Utara. Penetapan…

14 jam ago

Pemda Haltim Panggil PT Feni dan Antam Terkait Pencemaran Kali Kukuba

Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) memanggil PT Feni Haltim dan Antam Group untuk memberikan…

1 hari ago