News

Cuma Bekerja Dua Jam, Dokter Puskesmas di Morotai Dinilai Abaikan Hak Pasien

Seorang dokter umum di Puskesmas Morodadi, Desa Dehegila, Pulau Morotai, Maluku Utara, berinisial DB, diduga tidak disiplin dalam menjalankan tugasnya. Ia disebut kerap hanya bekerja sekitar dua jam setiap hari.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu petugas Pusksesmas Morodadi yang enggan disebutkan namanya kepada jurnalis cermat. Menurutnya, perilaku dokter tersebut sudah berulang kali sehingga kini menjadi perhatian pimpinan.

“Dokter itu sudah ditegur ulang-ulang oleh kapus karena malas ikut apel. Begitu datang jam 9 pagi, lalu pulang jam 11 sudah tidak balik lagi,” kata dia, Selasa 31 Maret 2026.

Ia bilang, sejak masa libur lebaran beberapa haru lalu, dokter tersebut juga jarang masuk kerja dengan alasan sakit. Namun, ia mengaku melihat aktivitas yang berbeda melalui media sosial.

“Dari mulai libur lebaran beberapa haru lalu, dokter tidak masuk karena beralasan sakit. Padahal kalau lihat dia punya story, ada liburan di tempat wisata,” ujarnya.

Selain soal kehadiran, ia juga menyoroti kinerja dokter tersebut dalam melayani pasien. Saat kondisi puskesmas ramai, ia bilang, dokter ini tidak melakukan input data pasien.

“Kalau ada ramai pasien, tidak pernah diinput. Malah selalu suru perawat bagian depan yang input,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia juga menuding adanya sikap yang tidak profesional dalam pelayanan kepada pasien.

“Terus suka melawan peraturan puskesmas, suka marah-marah, bentak pasien. Kerja cuman dua jam per hari dengan gaji Rp12.350.000 per bulan. Baru suka izin, padahal pergi di tempat wisata,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Morodadi, Muhammad Sukri Samaun, mengatakan bahwa ketidakhadiran dokter tersebut pernah terjadi namun bukan pada tahun ini.

“Sebenarnya kalau untuk tahun 2026 itu tidak ada. Tapi kalau 2025 sekitar awal Januari itu kurang lebih satu minggu, dan yang bersangkutan sudah mengkonfirmasi serta meminta izin kepada saya,”

Sukri bilang, izin tersebut berkaitan dengan urusan tertentu yang tidak dapat dipubliksaskan, termasuk proses perpanjangan kontrak kerja.

“Dan izin tersebut berkaitan dengan urusan tertentu yang tidak bisa dipublikasikan, serta proses perpanjangan kontrak kerja doketer,” tutupnya.

redaksi

Recent Posts

Camat Morotai Selatan Minta Aparatur Desa Fokus Layani Masyarakat

Camat Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara, Sri Wahyuni, meminta seluruh aparatur pemerintah desa di…

2 jam ago

Petugas SPBU Wari Banyak Layani Pengisian BBM Pakai Jeriken, Polres Halut Diminta Bertindak

Sejumlah tukang ojek dan pengemudi bentor mengeluhkan aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU…

2 jam ago

Perumda Ake Agaale Ternate Perbaiki Mesin Pompa Air di Tobenga

Warga di Lingkungan Tobenga, tepatnya di belakang SD 55, Kelurahan Kasturian, Kota Ternate, Maluku Utara,…

8 jam ago

Pemkab Taliabu Benahi Satu Dada Indonesia

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara mulai melakukan pembenahan tata kelola Satu Data Indonesia…

8 jam ago

Secangkir Teh Rempah Ternate untuk Dunia

Di lantai dua sebuah gedung di Kawasan Pantai Falajawa, kedai yang baru saja dibuka itu…

21 jam ago

Tabrakan Kawasaki dan Truk Howo Milik PT ANI, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor Kawasaki dan kendaraan berat jenis Sinotruk Howo terjadi di…

1 hari ago