Sultan Ternate ke-49 Hidayatullah Sjah saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan. Foto: Istimewa
Sultan Ternate ke-49, Hidayatullah Sjah, resmi mengukuhkan Panitia Pelaksana Festival Legu Tara No Ate Kesultanan Ternate Tahun 2026, Kamis, 28 Mei 2026, di lingkungan Kadaton Kesultanan Ternate.
Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Kesultanan Ternate Nomor: 01.001.A/KT/V/2026 tentang Panitia Pelaksana Legu Tara No Ate Kesultanan Ternate Tahun 2026.
Festival budaya tahunan yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 itu akan menghadirkan berbagai ritual adat, pertunjukan seni budaya, seminar kebudayaan hingga kegiatan kepemudaan yang melibatkan masyarakat adat Moloku Kie Raha.
Dalam susunan kepanitiaan, Kaicil Ismuul Sujud dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana, didampingi Adrajid Kasten sebagai Wakil Ketua bersama jajaran sekretariat serta sejumlah divisi pelaksana lainnya.
Sultan Hidayatullah Sjah dalam sambutannya menegaskan, Legu Tara No Ate bukan sekadar agenda seremonial budaya, melainkan bagian dari upaya menjaga marwah Kesultanan Ternate dan warisan peradaban Moloku Kie Raha.
“Legu Tara No Ate adalah simbol persatuan hati masyarakat dan warisan leluhur Kesultanan Ternate yang harus terus dijaga. Festival ini bukan hanya milik Kesultanan, tetapi milik seluruh masyarakat Maluku Utara,” ujar Sultan.
Ia menekankan pentingnya menjaga adat, sejarah, dan identitas budaya di tengah perkembangan zaman modern.
“Budaya adalah jati diri bangsa. Ketika adat dijaga, maka kehormatan negeri juga akan tetap berdiri kokoh. Karena itu saya berharap seluruh panitia bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga nilai adat se atoran dan syariat sebagai fondasi kehidupan masyarakat Ternate,” katanya.
Menurut Sultan, Festival Legu Tara No Ate 2026 diharapkan mampu mengangkat kembali posisi Ternate sebagai pusat peradaban rempah dan budaya di kawasan timur Indonesia.
Festival Legu Tara No Ate sebelumnya mendapat perhatian nasional setelah pelaksanaan tahun 2025 resmi dibuka Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran Wakil Presiden saat itu dinilai menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Maluku Utara.
Berdasarkan agenda yang telah disusun panitia, Festival Legu Tara No Ate 2026 akan menghadirkan sedikitnya 23 rangkaian kegiatan budaya dan adat.
Beberapa agenda utama di antaranya Ritual Kololi Kie, Fere Kie, Ziarah Keramat Kesultanan, Long March dan Pawai Obor Gam Ma Cahaya, Panggung Budaya Moloku Kie Raha, Jujaru Ngungare, Gala Dinner Kebudayaan, Napak Tilas Sejarah Kesultanan Ternate, Kirab Budaya dan Busana Adat, Expo UMKM hingga Konser Budaya dan Closing Ceremony.
Festival tersebut juga akan melibatkan komunitas seni, pelaku UMKM, akademisi, pemuda hingga masyarakat umum.
Ketua Panitia Legu Tara No Ate 2026, Kaicil Ismuul Sujud, mengatakan seluruh persiapan kegiatan mulai dimatangkan sejak dini agar pelaksanaan festival berlangsung lebih maksimal dan meriah dibanding tahun sebelumnya.
“Insya Allah Festival Legu Tara No Ate 2026 akan menjadi momentum kebangkitan budaya Kesultanan Ternate. Kami ingin menghadirkan festival yang bukan hanya besar secara acara, tetapi juga kuat dalam nilai budaya dan edukasi sejarah,” kata Ismuul usai pelantikan.
Ia menyebutkan, panitia juga akan melibatkan generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya Ternate.
“Kami ingin anak-anak muda mengenal sejarahnya sendiri. Karena budaya tidak boleh berhenti hanya pada seremoni, tetapi harus diwariskan sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Ternate,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan festival tahun ini juga akan diperkuat melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif hingga pihak swasta.
Festival Legu Tara No Ate sendiri merupakan pengembangan dari tradisi Legu Gam yang selama ini dikenal sebagai festival budaya Kesultanan Ternate.
Festival tersebut diharapkan kembali menjadi agenda budaya berskala nasional serta masuk dalam kalender pariwisata Indonesia karena memiliki kekuatan sejarah, adat dan identitas budaya yang khas.
Dengan pengukuhan panitia yang telah dilakukan, seluruh persiapan menuju Festival Legu Tara No Ate 2026 kini resmi dimulai.
Badan Pengurus Daerah (BPD) Perkumpulan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesia (PERUATI) Pulau Morotai, Maluku Utara…
Aliansi warga di Teluk Weda bersama Gerakan Save Sagea dan warga Lelilef Woebulen menggelar aksi…
Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Pulau Taliabu, Maluku Utara, diduga tidak mengantongi izin pengelolaan limbah…
Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), pengelola…
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Eddy Wahyu Susilo, menyalurkan satu…
Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Utara, Dr. R. Graal Taliawo kembali turun ke…