News

Hakim Vonis 11 Warga Adat Maba Sangaji Bersalah Menghalangi Aktivitas Tambang

Pengadilan Negeri Soasio, Kota Tidore Kepulauan, menjatuhkan vonis bersalah kepada 11 masyarakat adat Maba Sangaji, Halmahera Timur, dalam sidang pembacaan putusan pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Sebelas warga yang dikenal sebagai pejuang lingkungan ini divonis dengan hukuman penjara yang seragam, yakni 5 bulan 8 hari, sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Halmahera Timur yang sebelumnya menuntut para terdakwa dengan pidana bervariasi antara 4 hingga 7 bulan penjara.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menghalang-halangi kegiatan usaha pertambangan PT Position, sebagaimana diatur dalam Pasal 162 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Vonis ini juga menyebutkan, masa hukuman dikurangi selama para terdakwa menjalani masa penahanan. Selain pidana kurungan, masing-masing terdakwa juga dikenai denda sebesar Rp5.000 subsider 2 bulan kurungan.

Suara dari Warga: “Putusan Ini Menghancurkan Masa Depan”

Alauddin Salamuddin, salah satu terdakwa, seusai persidangan, menyampaikan kekecewaannya terhadap putusan hakim. Ia menyebut bahwa vonis tersebut menjadi bentuk kehancuran bagi masa depan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

“Putusan hari ini akan membunuh kami secara perlahan. Anak-cucu kami tidak lagi memiliki harapan. Masa depan kami hancur karena tambang,” ujar Alauddin dengan nada emosional.

Ia juga mengkritik negara yang dinilainya belum berpihak pada perjuangan rakyat dalam mempertahankan ruang hidup.

“Kami berjuang demi air yang kami minum, demi kebun yang rusak, demi sagu yang tak bisa tumbuh tanpa air bersih. Tapi kami justru dikriminalisasi,” teriaknya.

Daftar 11 Warga Maba Sangaji yang Divonis Hakim

  1. Alauddin Salamuddin — 5 bulan 8 hari (dipotong masa tahanan, denda Rp5.000 subsider 2 bulan)
  2. Indrasani Ilham — 5 bulan 8 hari (dipotong masa tahanan, denda Rp5.000 subsider 2 bulan)
  3. Nahrawi Salamuddin — 5 bulan 8 hari (dipotong masa tahanan, denda Rp5.000 subsider 2 bulan)
  4. Umar Manado — 5 bulan 8 hari (dipotong masa tahanan, denda Rp5.000)
  5. Salasa Muhamad — 5 bulan 8 hari (dipotong masa tahanan, denda Rp5.000)
  6. Jamaludin Badi — 5 bulan 8 hari (dipotong masa tahanan, denda Rp5.000)
  7. Yasir Hi. Samad — 5 bulan 8 hari (dipotong masa tahanan, denda Rp5.000)
  8. Sahrudin Awat — 5 bulan 8 hari (dipotong masa tahanan, denda Rp5.000)
  9. Julkadri Husen — 5 bulan 8 hari (dipotong masa tahanan, denda Rp5.000)
  10. Hamim Djamal — 5 bulan 8 hari (dipotong masa tahanan, denda Rp5.000)
  11. Sahil Abubakar — 5 bulan 8 hari (dipotong masa tahanan, denda Rp5.000)
redaksi

Recent Posts

Polisi: Tidak Ada Peluru Tajam di Aksi Protes Warga Banemo, Halteng

Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…

6 jam ago

Kapolda Malut Minta Masyarakat Tak Terprovokasi soal Pengamanan Warga di Banemo

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman meminta masyarakat tidak terprovokasi menyusul pengamanan sejumlah warga…

7 jam ago

Dishub Klaim Perbaikan 75 Titik PJU di Ternate Rampung Akhir 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate memperbaiki 75 titik penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan…

9 jam ago

Lestarikan Alam, Pertamina Tanam Terumbu Karang di Laut Jambula

Upaya menjaga ekosistem laut di wilayah pesisir Kota Ternate kembali dilakukan melalui penanaman terumbu karang…

10 jam ago

OJK Malut Terima Lagi Aduan Kerugian Investasi, 12 Warga Korban

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara kembali menerima pengaduan terkait dugaan investasi ilegal bernama Investasi…

10 jam ago

NHM Peduli Skrining 29 Anak dan Balita Stunting di Lima Kecamatan Halmahera Utara

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli kembali melakukan skrining kesehatan terhadap anak…

13 jam ago