Kasi Penkum Kejati Maluku Utara, Richard Sinaga. Foto: Samsul Laijou/cermat
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara resmi menetapka dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Istana Daerah (Isda) Kabupaten Pulau Taliabu, dengan nilai anggaran sebesar Rp17,5 miliar pada 2023.
Kejati menetapkan dua tersangka masing-masing berinisial S selaku pengguna anggaran dan M sebagai pelaksana kegiatan.
Penetapan ini diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) pada Selasa, 9 Desember 2025.
“Menetapkan tersangka S selaku pengguna anggaran dan M selaku pelaksana kegiatan,” ujar Kasipenkum Kejati Malut, Richard Sinaga, dalam konferensi persnya.
Menurut ia, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kuat adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Istana Daerah yang dikerjakan melalui Dinas PUPR Pulau Taliabu.
Richard menyebut, dalam kasus ini, negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp.8 miliar.
“Demikian untuk disampaikan sebagai bentuk keterbukaan informasi serta kinerja Kejaksaan Tinggi Maluku Utara kepada publik,” pungkasnya.
Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Maluku Utara (Malut), Mislan Syarif, melakukan kunjungan kerja ke Kantor…
Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai, Maluku Utara, membekali 103 mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Berkarya…
Malut United membuka putaran kedua Liga 1 dengan hasil meyakinkan usai membungkam Persik Kediri 4-0…
Operasi Sar kecelakaan longboat di Perairan Desa Bibinoi, Bacan, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, resmi…
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus), Muliadi Tutupoho, menyerahkan buku Empat Kesultanan dan Peradaban di…
Puskesmas Buho-Buho, Pulau Morotai, Maluku Utara, mulai menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di enam…