News

Ditpolairud Polda Malut Dapat Penghargaan dari Papua Barat atas Penyelamatan Satwa Endemik

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara menerima penghargaan dan apresiasi dari Pemerintah serta masyarakat Papua Barat atas keberhasilan mereka menyelamatkan ratusan satwa endemik asal Papua.

Penghargaan tersebut diberikan usai kegiatan translokasi dan pelepasliaran satwa endemik Papua di Pegunungan Kwau, Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada Rabu, 11 Maret 2026 pukul 10.00 WIT.

Keberhasilan ini berawal dari operasi tim penyidik Gakkum Ditpolairud Polda Maluku Utara yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan satwa endemik asal Papua di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, pada Rabu, 11 Januari 2026.

Saat itu, ratusan satwa dilindungi tersebut rencananya akan dikirim dan diperjualbelikan di Kota Surabaya. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan dua orang pria, yakni JN alias Jain (23), warga Jawa Tengah, dan EN alias Elin (24), pemuda asal Jawa Timur.

Tim yang dipimpin oleh Ipda M. Irfan Bakay, S.I.P., C.Phr kemudian membawa kembali satwa-satwa tersebut untuk diserahkan kepada Pemerintah Papua Barat guna dikembalikan ke habitat aslinya.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, melalui Kepala Dinas Kehutanan Papua Barat, Jimmy Welter Susantomenyampaikan terima kasih serta penghargaan kepada Ditpolairud Polda Maluku Utara atas upaya penyelamatan tersebut.

“Saat publik mungkin menganggap ini hal biasa, namun Pemerintah dan masyarakat Papua Barat sangat menghargai apa yang telah dilakukan oleh Ditpolairud Polda Maluku Utara. Terima kasih telah menjadi bagian penting dalam penyelamatan satwa yang dilindungi,” ujarnya.

Jimmy menambahkan, pemberian penghargaan kepada Ditpolairud Polda Maluku Utara serta KSDA Wilayah I Ternate merupakan bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan, khususnya oleh Subdit Gakkum Ditpolairud.

“Langkah ini tidak hanya menyelamatkan satwa, tetapi juga memberikan efek jera bagi para pelaku sehingga satwa-satwa tersebut dapat kembali ke habitat asalnya,” pungkasnya.

redaksi

Recent Posts

Warga Harap Gedung Serba Guna di Morotai Ini Kembali Dirawat

Sebuah gedung pertemuan lama di kawasan Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara, kini tampak mulai…

3 jam ago

OMC Maluku Utara Sasar Ternate-Tidore, BPBD Sebut Potensi Hujan Jadi Fokus

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Maluku Utara kembali diarahkan pada sejumlah wilayah yang…

4 jam ago

Polda Malut Dalami Dugaan Korupsi Perjadin, Sekwan hingga Sejumlah Anggota DPRD Ternate Diperiksa

Tim Penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara mulai mendalami…

5 jam ago

Sherly Tjoanda Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca di Wilayah Maluku Utara

Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara memutuskan perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 12 September sebab,…

1 hari ago

347 Hektare Lahan Terbakar di Morotai, Damkar Akui Kekurangan Armada

Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Pulau Morotai, Maluku Utara, mencatat…

1 hari ago

Nama Kompol Haris Dicatut OTK, Diduga untuk Minta Keuntungan

Nama Kompol Haris Ahmad Basuki, yang masuk dalam mutasi untuk menduduki jabatan baru sebagai Kasubdit…

1 hari ago