Dinkes dan KB Pulau Morotai melalui bidang Yankes melaksanakan monitoring di Puslesmas Buho-Buho. Foto: Aswan Kharie/cermat.
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Pulau Morotai melalui bidang YANKES melaksanakan monitoring, pengawasan, peningkatan mutu pelayanan, serta program perbaikan strategis di seluruh 13 puskesmas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi reakreditasi yang dijadwalkan pada 2028 mendatang.
PJ Mutu dan Akreditasi Dinas Kesehatan dan KB Morotai, Anjar Bachtiar, mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan penerapan standar mutu dan keselamatan pasien tetap terjaga di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Tentunya dalam kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa standar mutu dan keselamatan pasien tetap berjalan secara berkelanjutan di 13 Puskesmas,” kata Anjar, Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurutnya, persiapan reakreditasi tidak semestinya hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen menjelang penilaian. Hal yang lebih penting ialah memastikan standar pelayanan benar-benar diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, sehingga masyarakat memperoleh layanan yang aman dan berkualitas.
“Monitoring dan pengawasan tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki. Mulai dari pelaksanaan program, tata kelola pelayanan, kesiapan sumber daya manusia kesehatan, hingga konsistensi penerapan prosedur dan standar mutu,” jelasnya.
Anjar bilang, kegiatan ini juga berkaitan dengan upaya memperkuat perencanaan strategis di setiap Puskesmas. Hasil evaluasi dan perbaikan diharapkan menjadi bahan penting dalam menyusun arah kebijakan serta program kerja berikutnya.
“Selain itu, hasil dari perbaikan perencanaan strategis pasca akreditasi ini menjadi acuan bagi kita untuk merapikan dan memperkuat perencanaan strategis (Renstra) di seluruh Puskesmas,” ujarnya.
Penguatan Renstra dinilai penting agar program kesehatan tidak berjalan sebatas rutinitas tahunan, tetapi memiliki sasaran, prioritas, serta indikator capaian yang lebih terarah. Dengan perencanaan yang baik, kebutuhan setiap fasilitas dapat dipetakan sesuai kondisi dan tantangan yang dihadapi di lapangan.
Di sisi lain, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan mutu. Ketersediaan tenaga, pembagian tanggung jawab, pengembangan kompetensi, serta kedisiplinan dalam menjalankan prosedur merupakan unsur pendukung bagi pelayanan yang optimal.
Dinkes dan KB Pulau Morotai mendorong seluruh Puskesmas memanfaatkan masa persiapan ini untuk memperkuat budaya kerja berorientasi mutu, meningkatkan koordinasi internal, serta memastikan setiap hasil monitoring ditindaklanjuti melalui langkah perbaikan yang terukur.
“Reakreditasi pada tahun 2028 diharapkan tidak hanya menjadi agenda penilaian kelembagaan, tetapi juga momentum untuk membangun pelayanan kesehatan yang semakin aman, bermutu, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tutupnya.
Sebanyak 105 kepala keluarga (KK) di Desa Tabanoma, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku…
Tim Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) diberangkatkan untuk mengikuti 8th Indonesian…
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pulau Morotai, Maluku Utara, akan membuka pelayanan administrasi kependudukan…
Satuan Reserse Narkoba Polres Pulau Morotai, Maluku Utara mengungkap dugaan tindak pidana narkotika jenis tembakau…
Ketua terpilih Partai Golkar Kota Ternate, Adrian Idhan, menargetkan partainya merebut posisi pimpinan DPRD Kota…
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara menyatakan berkas perkara dugaan korupsi pemotongan Dana Desa (DD) di…