News

KAKPA Halut Dideklarasikan, Perempuan dan Anak Jadi Fokus Perlindungan

Sejumlah lembaga bantuan hukum, advokat, akademisi, pemerhati sosial, hingga elemen masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, membentuk Koalisi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KAKPA).

Koalisi tersebut dideklarasikan pada Jumat, 18 September 2026, sebagai wadah bersama untuk mendorong pencegahan kekerasan, pendampingan korban, edukasi publik, serta penguatan sistem perlindungan perempuan dan anak di Halmahera Utara.

Pembentukan KAKPA bermula dari pertemuan dan diskusi sejumlah elemen masyarakat pada 8 September 2026 di kawasan Tugu Air Nusantara, Tobelo. Dari forum tersebut, muncul kesepakatan untuk membangun gerakan bersama yang tidak hanya berfokus pada penanganan perkara, tetapi juga pencegahan kekerasan dari lingkungan sosial.

Koordinator KAKPA, Jarot D. Ismoyo, mengatakan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum.

“Perjuangan koalisi tidak semata-mata berada pada ranah hukum, tetapi juga merupakan gerakan sosial,” kata Jarot.

Menurut dia, perlindungan perempuan dan anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, lembaga pendamping, pemerintah, hingga aparat penegak hukum.

Karena itu, KAKPA akan mendorong perubahan budaya di tengah masyarakat, memperkuat peran keluarga, sekaligus membangun lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak.

Selain pencegahan, koalisi juga memberikan perhatian terhadap proses penanganan perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak. Para pendamping dan pemerhati yang tergabung dalam KAKPA mencatat masih terdapat perkara yang membutuhkan waktu cukup panjang dalam proses penanganannya.

Pengalaman korban dalam menghadapi proses tersebut juga menjadi perhatian. KAKPA menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih humanis agar korban tidak kembali mengalami tekanan ketika berhadapan dengan proses penanganan perkara.

Masukan tersebut menjadi bagian dari agenda advokasi KAKPA untuk mendorong pelayanan dan penanganan perkara yang lebih berorientasi pada perlindungan serta pemulihan korban.

Ke depan, KAKPA akan menjalankan sejumlah agenda, di antaranya advokasi dan pendampingan perkara, edukasi masyarakat, penguatan kapasitas pendamping, serta membangun sinergi dengan lembaga negara dan pemerintah daerah.

Koalisi juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu perlindungan perempuan dan anak, khususnya dalam upaya pencegahan, penanganan kekerasan, penegakan hukum, dan pemulihan korban.

Hingga 17 September 2026, KAKPA menyatakan telah mendapat dukungan dari LBH Rakyat Halut, LBH Hirono, LBH Marimoi, PPA Cluster Tobelo, YP3I, advokat, akademisi, DAURMALA, DPD Srikandi Pemuda Pancasila Halmahera Utara, serta sejumlah pemerhati perlindungan perempuan dan anak.

Melalui pembentukan koalisi ini, KAKPA mengajak berbagai elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi perempuan dan anak.

Gerakan tersebut sekaligus mendorong masyarakat agar tidak membiarkan kekerasan berlangsung dalam diam, melainkan bersama-sama membangun ruang yang memungkinkan korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan pemulihan.

redaksi

Recent Posts

Survei: Upah Buruh PT IWIP Tak Cukupi Kebutuhan Hidup

Upah yang diterima buruh di kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera…

8 jam ago

Sekjend DPP Beberkan Peluang Nasri Abubakar Pimpin Demokrat Malut

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menjelaskan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat…

8 jam ago

Hadapi 2027, Ake Ga’ale Siapkan Perluasan Jaringan Air Bersih

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Ake Ga’ale Kota Ternate menyiapkan sejumlah program pengembangan jaringan…

9 jam ago

Rusli Sibua Ingatkan Pimpinan OPD Jangan Keluar Jalur Tupoksi

Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara, Rusli Sibua, mengingatkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar…

9 jam ago

Kapolri Larang Vape, Polda Malut Siapkan Sanksi bagi Anggota

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melarang seluruh personel Polri…

9 jam ago

Dari Kekeringan Ekstrem Menuju Ancaman Bencana Hidrometeorologi: Saatnya Maluku Utara Mengubah Pola Kesiapsiagaan

Oleh: Gamal Hadi, ST., MPA.   Ketika Ancaman Berganti, Kesiapsiagaan Harus Berubah Perubahan iklim dan…

20 jam ago