Akri Yuti Wijaya, Kasatpol PP dan Damkar Morotai. Foto: Aswan Kharie/cermat
Kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Morotai, Maluku Utara, dalam beberapa hari terakhir mengancam lahan perkebunan milik masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) mengimbau warga agar tidak membakar sampah maupun rumput secara sembarangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Morotai, Akri Yuti Wijaya, mengatakan sedikitnya tujuh titik kebakaran dilaporkan terjadi dalam waktu berdekatan. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah tanaman perkebunan, termasuk pala dan cengkeh, milik warga ikut terdampak.
“Kami meminta warga tidak membakar secara sembarangan, karena api bisa menjalar ke mana-mana. Apalagi angin bertiup kencang dan juga dapat menimbulkan asap tebal,” kata Akri, Sabtu 3 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, sebagian titik api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, potensi munculnya kebakaran susulan masih perlu diwaspadai, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan tiupan angin yang cukup kencang.
Menurutnya, aktivitas pembakaran sampah, rumput, maupun material lainnya berisiko memicu kobaran api yang sulit dikendalikan apabila tidak diawasi dengan baik. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Kami juga meminta pengertian masyarakat, karena tidak semua laporan kebakaran bisa langsung kami layani akibat keterbatasan armada pemadam kebakaran,” ujarnya.
Akri kembali mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah kebakaran, termasuk menghindari pembakaran terbuka saat angin bertiup kencang. Ia berharap kesadaran warga dapat membantu menekan risiko meluasnya api yang berpotensi merusak perkebunan serta membahayakan lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Kami meminta, warga jangan membakar sampah atau rumput secara sembarangan, demi kebaikan kita semua,” pungkasnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulau Morotai, Maluku Utara, membagikan sekitar 5 ribu masker kepada masyarakat sebagai…
Kalamata Institute menggelar Dialog Polifoni dengan mengangkat tema “Rempah dalam Sastra, Seni, Resiliensi, dan Ambivalensi”…
Kebakaran lahan kebun terjadi di Desa Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, Maluku Utara,…
Kebakaran hutan hebat melanda jalur pendakian Gunung Gamalama, tepatnya di sekitar kawasan wisata Taman Love,…
Kemarau yang belum sepenuhnya berakhir membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus membayangi Maluku Utara.…
Dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) UNKHAIR sekaligus Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia…