News

Kejari Halmahera Timur Masuk Nominasi Lomba Jaga Desa Tingkat Nasional

Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Timur, Maluku Utara, berhasil masuk dalam 10 besar nominasi ajang Lomba Jaga Desa tingkat nasional tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS).

Dalam kompetisi tersebut, Kejari Halmahera Timur menempati peringkat keempat dari seluruh Kejari se-Indonesia pada kategori lomba film pendek.

Puncak acara apresiasi dan penganugerahan ABPEDNAS Jaga Desa Award 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2026 di Jakarta.

Ajang ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Timur, Firdaus Affandi, menyampaikan keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen pihaknya dalam mendukung program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa), khususnya dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.

“Melalui lomba ini, kami ingin menunjukkan bahwa Halmahera Timur mampu berinovasi dan berkontribusi dalam penguatan tata kelola desa,” ujar Firdaus, Kamis, 16 April 2026.

Ia bilang, capaian tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Kejari Halmahera Timur untuk terus mendorong desa-desa agar lebih tertib administrasi serta patuh dalam pengelolaan data berbasis aplikasi.

“Melalui program Jaga Desa, sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah desa diharapkan semakin kuat guna mencegah potensi penyimpangan anggaran,” pungkasnya.

Sebagai informasi, hasil penilaian tingkat nasional untuk kategori film pendek turut menempatkan sejumlah daerah dalam nominasi, yakni Kulonprogo (DIY), Lombok Tengah (NTB), Cilacap (Jawa Tengah), Halmahera Timur (Maluku Utara), Limapuluh Kota (Sumatera Barat), Tegal (Jawa Tengah), Bandung Barat, serta Jakarta Pusat.

Sementara itu, pada kategori tertib administrasi, juara pertama diraih Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang, disusul Desa Kutu, Kabupaten Badung, dan Desa Tanjungsari, Kabupaten Ciamis.

Adapun pada kategori kepatuhan entri data aplikasi, posisi pertama ditempati Desa Jepang Pakis, Kabupaten Kudus, diikuti Desa Karangkemiri, Kabupaten Pangandaran, serta Desa Air Raya, Kabupaten Belitung.

redaksi

Recent Posts

Audiensi dengan Wagub, Kanwil Ditjen Imigrasi Malut Dorong Pembangunan Kantor di Sofifi

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjen Imigrasi) Maluku Utara terus memperkuat sinergi dengan aparat…

12 jam ago

Proyek Panas Bumi Talaga Rano Segera Beroperasi, Wagub Malut: Mari Beri Ruang untuk Investor

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memastikan rencana pengembangan proyek panas bumi (geothermal) di kawasan…

13 jam ago

Kapolda Maluku Utara Atensi Kasus KDRT, Anggota Diminta Hindari Pelanggaran

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, menegaskan bahwa kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)…

23 jam ago

Yosar Kardiat Resmi Dilantik Jadi Sekda Definitif Pulau Taliabu

Bupati Pulau Taliabu, Maluku Utara, Sashabila Widya L Mus resmi melantik Yosar Kardiat sebagai Sekretaris…

1 hari ago

Tumbuhkan Minat Baca, KKN Unkhair Hadirkan Lomba Literasi Anak di Soa

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Khairun (Unkhair) menggelar Lomba Literasi Anak di…

1 hari ago

KPBU Penerangan Jalan di Ternate Masuk Tahap Market Sounding

Pemerintah Kota Ternate terus mematangkan pelaksanaan proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) alat…

2 hari ago