News

Kejati Malut Didesak Selidiki Dugaan Korupsi Anggaran Proyek Multiyears di Halmahera Utara

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara didesak segera melakukan penyelidikan dugaan korupsi proyek jalan multiyears di Kabupaten Halmahera Utara.

Proyek multiyears itu diketahui merupakan pekerjaan pembangunan jalan segmen III yang dikerjakan oleh PT. Ikhlas Bangun Sarana, dengan anggaran 67.1 miliyar.

Desakan untuk mengusut proyek tersebut datang melalui unjuk rasa yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan Komite Pemuda Anti Korupsi Maluku Utara (KAPAK-MALUT) di depan Kantor Kejaksaan Tinggi, pada Kamis, 30 Januari 2025.

Kasus ini sebelumnya telah disuarakan Asosiasi Mahasiswa Pemuda Pelajar Tobelo, Galela, Malifut, Morotai, Loloda, Kao (AMPP Togammoloka) Maluku Utara, dengan tuntutan yang sama, jaksa segara melakukan penyelidikan masalah ini.

Kordinator Aksi, Muhlas Ibrahim setelah melakukan unjuk rasa kepada awak media mengatakan, kehadirannya kali ini untuk mendesak Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati segera membentuk tim dan melakukan penyelidikan dugaan korupsi ini.

“Kami mendesak Kejati Maluku Utara segera membuka kembali kasus dugaan korupsi pekerjaan pembangunan jalan trans Galela-Loloda pada Segmen III Ruas Desa Ngajam-Apulea dengan volume 21,5 kilometer senilai Rp. 67.1 miliyar yang dikerjakan oleh PT. IBS,” tegasnya.

Proyek ini, tambah Muhlas, sejak dikerjakan hingga kini tak kunjung selesai. “Padahal anggaran yang dikucurkan tak sedikit, tapi masyarakat tak bisa menikmati hasilnya,” tandas Muhlas.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Maluku Utara, Richard Sinaga ketika dikonformasi cermat soal tuntutan para pendemo, belum merespons hingga berita ini dipublish.

redaksi

Recent Posts

Secangkir Teh Rempah Ternate untuk Dunia

Di lantai dua sebuah gedung di Kawasan Pantai Falajawa, kedai yang baru saja dibuka itu…

2 jam ago

Tabrakan Kawasaki dan Truk Howo Milik PT ANI, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor Kawasaki dan kendaraan berat jenis Sinotruk Howo terjadi di…

15 jam ago

Jaga Standar Pengelolaan Lingkungan, NHM Laksanakan Pra-Audit

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terus memperkuat penerapan pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan dan regulasi yang…

19 jam ago

Balai Bahasa: Kehadiran Tambang Jadi Faktor Pergeseran Bahasa Sawai

Deru industri nikel di Halmahera Tengah, Maluku Utara, membawa perubahan hingga ke ruang bahasa. Bahasa…

2 hari ago

Penyebab Bahasa Sawai di Halmahera Tengah Makin Tergerus

Bahasa Sawai semakin kehilangan ruang penggunaannya di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Bahasa Indonesia dan bahasa…

2 hari ago

Pilkades di Pulau Taliabu Awal Desember, Pemkab Siapkan Rp2,5 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara menargetkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak…

3 hari ago