News

Kelurahan Fitu-Kastela di Ternate Terendam Banjir, Warga Keluhkan Drainase Buruk

Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Ternate beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir. Dua wilayah yang terdampak adalah Kelurahan Fitu dan Kelurahan Kastela.

Berdasarkan pantauan cermat pada Selasa, 06 Januari 2026, sejumlah warung dan indekos diterjang banjir. Kondisi ini pun dikeluhkan pemilik usaha kecil, Yusri, yang mengaku banjir sudah berulangkali terjadi.

“Kejadian seperti begini sudah berulang dan ini termasuk yang paling parah. Setiap ada mobil atau motor lewat, air masuk ke dalam. Kami jadi sasaran karena posisi bangunan tepat di pinggir jalan yang tergenang,” kata Yusriadi kepada cermat.

Warga lainnya, Raihan, penghuni kosan juga mengaku banjir kali ini memang paling parah, saat dilihat genangan air setinggi 20 cm atau setinggi di atas mata kaki, “sebelumnya memang banjir tapi air Tara masuk sampe di dalam kamar kaya sekarang ini,” ujarnya.

Kelurahan Kastela

Banjir juga merendam kawasan Masjid An-Nur serta sejumlah rumah warga di Kelurahan Kastela. Tokoh masyarakat setempat, Andi Mochtar, menegaskan bahwa bencana ini bukanlah kejadian baru, melainkan masalah menahun yang tak kunjung selesai.

Menurut Andi, ada dua faktor utama penyebab banjir di Kastela: penyumbatan drainase sehingga saluran air terhalang oleh instalasi pipa PDAM yang menghambat laju air.

Saluran air di bagian selatan, tepatnya di depan koramil, telah ditutup sehingga debit air yang mengalir ke pemukiman menjadi jauh lebih besar.

Andi Mochtar menyatakan kekecewaannya terhadap lambatnya penanganan dari pihak berwenang. Masalah ini diklaim sudah dilaporkan berkali-kali, baik melalui pihak Kelurahan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kota, maupun melalui anggota DPRD saat masa reses.

Kondisi Masji An-nur di Kelurahan Kastela. Foto: Eko/cermat

Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata. “Alasannya selalu karena ini adalah jalan nasional, sehingga mereka (Pemkot/DPRD) merasa tidak bisa melakukan apa-apa,” ungkap Andi dengan nada sesal.

Ia memperingatkan bahwa pembiaran ini sangat berbahaya bagi keselamatan warga. “Kalau semua melempar tanggung jawab seperti ini, kita hanya tinggal menunggu adanya korban jiwa. Masalah drainase ini harus segera dicarikan solusi lintas instansi,” tegasnya.

Hal ini di sesalkan oleh masyarakat RT 05 RW 02 bahwa kalau seperti ini tidak ditindaklanjuti maka dampaknya sangat signifikan dan berpotensi kerusakan pada rumah korban akibat banjir dan lingkungan tidak nyaman rasa ketakutan setiap hujan yang melanda.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Ternate dapat segera berkoordinasi dengan pihak pengelola jalan nasional agar perbaikan drainase dan pemindahan pipa PDAM bisa segera dilakukan sebelum intensitas hujan semakin meningkat.

redaksi

Recent Posts

Breaking News: Halmahera Utara Tetapkan Status Tanggap Darurat

Pemerintah Halmahera Utara resmi menetapkan status Tanggap Darurat akibat Intensistas hujan yang mengakibatkan bencana banjir…

12 jam ago

Banjir Ternate dan Cermin Tata Kelola Kota

Oleh: Yusrival Hi Husen   HUJAN deras kembali mengubah wajah Kelurahan Salero, Makassar Timur, dan…

13 jam ago

Banjir Terjang Desa Gamlamo Halmahera Barat, 7 Rumah Dilaporkan Rusak Berat

Setidaknya terdapat tujuh rumah warga di Desa Gamlamo, Halmahera Barat, Maluku Utara dilaporkan mengalami kerusakan…

15 jam ago

Banjir Halmahera Barat: Basarnas Ternate Siapkan Tim

Banjir di wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, menjadi perhatian akibat intensitas hujan. Di laporan warga,…

20 jam ago

Breaking News: Halbar Banjir, Warga Naik ke Atap

Banjir setinggi rumah terjang wilayah Kecamatan Ibu, Halmahera Barat, Maluku Utara, tepatnya di Gamlamo hingga…

23 jam ago

Pustu Desa Galo-Galo Morotai Masuk Daftar Prioritas Kemenkes, Realisasi Tunggu Anggaran DAK

Pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan di Pulau Morotai, Maluku Utara, terus diupayakan melalui anggaran pemerintah…

2 hari ago