News

KSOP Identifikasi Daftar Penumpang KM Intim Teratai yang Kandas di Perairan Halsel

KSOP Kelas II Ternate mulai mengidentifikasi kembali daftar penumpang Kapal MT Intim Teratai dilaporkan kandas di Perairan Pulau Makeang, Halmahera Selatan, Senin pagi, 17 Februari 2026.

Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Ternate, Sugandi menjelaskan bahwa kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Kupal dengan tujuan Ternate.

“Namun, pada pukul 04.45 WIT, kapal nahas tersebut mengalami kendala teknis hingga kandas,” kata Sugandi dalam keterangannya, Selasa, 17 Februari.

Sugandi menuturkan, seluruh penumpang kapal berhasil dievakuasi dengan kondisi selamat ke Desa Makeang. Proses pemulangan ke Ternate pun dilakukan menggunakan armada KM Pandudewanata, KN 358 (KPLP), serta kapal milik polairud.

Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini menyebabkan sejumlah penumpang mengalami luka. Selain itu, banyak penumpang mengeluhkan kerugian materil serta terganggunya jadwal perjalanan lanjutan, termasuk keterlambatan jadwal pesawat bagi mereka yang hendak menuju luar daerah.

Adapun perbedaan signifikan pada data jumlah penumpang. Data manifest resmi yang tercatat adalah 140 orang, beberapa keterangan menyebut 144 orang, namun temuan di lapangan oleh tim Basarnas menunjukkan jumlah penumpang mencapai 246 orang.

Menanggapi hal tersebut, Sugandi mewakili pihak KSOP mengakui adanya temuan data ganda dari laporan tim patroli dan saat ini sedang melakukan pendataan ulang.

“Kapasitas maksimal kapal sebenarnya mampu menampung hingga 400 penumpang. Namun, kami sedang mendalami mengapa terjadi ketidaksesuaian laporan jumlah penumpang di atas kapal,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa saat keberangkatan, kapal telah dinyatakan memenuhi syarat kelaikan laut sehingga Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sudah diterbitkan. Kendala seringkali muncul ketika nakhoda tidak melaporkan adanya muatan tambahan yang masuk setelah SPB dikeluarkan.

Terkait kerugian materiil dan fasilitas pemulangan, otoritas pelabuhan menegaskan hal tersebut merupakan tanggung jawab penuh pihak pemilik kapal atau agen pelayaran.

“Kami telah mendata seluruh penumpang dan pengirim barang, termasuk kontak dan alamat mereka. Proses ganti rugi akan kami awasi hingga tuntas bersama pihak agen,” tambah Sugandi.

Saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Nakhoda serta awak kapal tengah dimintai keterangan lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebab kapal miring dan kandas.

Sebagai koordinator penegakan hukum di wilayah Maluku Utara tahun 2025, KSOP Kelas II Ternate terus menggencarkan kampanye keselamatan pelayaran dengan mengimbau masyarakat untuk memiliki kesadaran tinggi dengan tidak memaksakan diri naik ke kapal yang sudah penuh.

Sugandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi yang berjalan lancar, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, KPLP, Pelindo, hingga tim kesehatan pelabuhan.

redaksi

Recent Posts

Dilema Generasi dan Hak Sehat yang Terampas di Bumi Fagogoru (2)

Oleh: Lukman Harun Tulisan ini merupakan lanjutan dari serial perspektif sebelumnya yang dapat dibaca di sini.…

13 jam ago

Ucapan ‘Londo Ireng’ Prabowo Dikecam Organisasi Pers, Didesak Minta Maaf

Sejumlah organisasi pers dan jurnalis mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam ucapan Presiden Prabowo Subianto yang…

2 hari ago

NHM-TNI Lanjutkan Program Stunting di Lima Kecamatan

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui Departemen NHM Peduli kembali memperkuat komitmen sosialnya dengan melaksanakan…

2 hari ago

130 Warga Terbantu Ambulans Gratis NHM

Komitmen PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui program…

2 hari ago

Era Baru Kebangkitan Persiter Ternate

Pemerintah Kota Ternate mulai membuka jalan baru bagi kebangkitan Persiter Ternate. Klub kebanggaan masyarakat Ternate…

3 hari ago

Bupati Taliabu Pastikan Dicabutnya Status 3T Tak Hambat Program Pembangunan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, optimistis berbagai program prioritas pemerintah pusat tetap dapat…

3 hari ago