Kajari Tidore Kepulauan, Sabar didampingi Kasi Pidsus. Foto: Samsul L
Mantan Wali Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Capt. H. Ali Ibrahim, kembali menjadi sorotan setelah mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tidore Kepulauan terkait dugaan kasus korupsi.
Ali Ibrahim sedianya dipanggil untuk dimintai keterangan oleh tim penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tidore Kepulauan dalam perkara dugaan korupsi proyek pengadaan lampu jalan tenaga surya (solar cell). Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut.
Kasus ini berkaitan dengan proyek pengadaan lampu jalan tenaga surya di sejumlah desa di wilayah Kota Tidore Kepulauan untuk tahun anggaran 2023–2024, yang kini tengah dalam tahap penyelidikan intensif oleh penyidik kejaksaan.
Kepala Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan, Sabar Evryanto Batubara, mengatakan pihaknya telah melayangkan surat panggilan resmi kepada Ali Ibrahim untuk diperiksa pada Senin, 19 Januari 2026.
“Pemeriksaan tersebut berdasarkan Surat Panggilan Kepala Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan Nomor B–83/Q.2.11/Fd.1/01/2026, dengan status yang bersangkutan sebagai saksi,” ujar Sabar kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Namun, menurut Sabar, Ali Ibrahim melalui pihak terkait mengonfirmasi ketidakhadirannya dan meminta penjadwalan ulang pemeriksaan.
“Atas permintaan tersebut, tim penyidik kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan wali kota tersebut pada Rabu, 21 Januari 2026,” pungkasnya.
Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengecam pemanggilan 14 warga Desa Sagea dan Desa Kiya, Kecamatan Weda…
Aliansi Mahasiswa Ekonomi Maluku Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Ternate,…
Tim penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) pada Kejaksaan Tinggi Maluku Utara menjadwalkan pemanggilan terhadap mantan…
Pemerintah Kota Ternate bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara memperkuat sinergi untuk menjaga…
Selamat menjalankan ibadah puasa. Hari ini, Jumat 6 Maret 2026 adalah hari keenam belas ibadah…
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara kini menyiapkan uang tunai sekitar Rp 933 miliar…