News

Peresmian RSUD Sanana Terkendala Izin Operasional dan Penjaringan Listrik

Pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana, Kepulauan Sula, Maluku Utara dikabarkan belum bisa diresmikan meski bangunan tersebut dikatakan telah rampung.

Proyek pekerjaan gedung RSUD Sanana yang baru ini adalah Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang merupakan program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Meski telah rampung, bangunan tersebut terkendala jaringan listrik, akses jalan, dan izin operasional untuk kenaikan status akreditasi D ke akreditasi C.

Padahal, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menekankan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Sula agar segera mengfungsikan bangunan RSUD Sanana yang baru.

Direktur Utama RSUD Sanana, Ulia Handayani Ngofangare mengatakan, bangunan Rumah Sakit hingga kini belum dapat resmikan dan difungsikan lantaran terkendala pada beberapa faktor.

“Kalau kita mau pindah ke bangunan baru harus ada izin operasional pelayanan dan peningkatan kualitas dari D ke C, serta Akreditasi,” kata Ulia kepada cermat, Kamis 02 Juli 2026.

Saat ini, pihak rumah sakit masih menunggu penyelesaian jaringan listrik dari Perusahan Listrik Negara (PLN) dan akses jalan melalui proses penenderan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Terkendala kami yang sangat fatal adalah listrik. Karena, jika listrik tidak tersedia maka kami juga agak susah dan listrik yang digunakan saat ini adalah pekerja bangunan yang di mana tidak cukup untuk pelayanan rumah sakit,” jelasnya.

Ia bilang, peresmian bangunan RSUD yang baru ini akan ditargetkan pada akhir bulan juli 2026 ini, meski akses jalan pun belum selesai dikerjakan asalkan jaringan listrik telah terpenuhi.

“Langkah ini demi meminimalisir keluhan masyarakat. Bupati Kepulauan Sula juga sudah menyurat ke PLN untuk segera menyelesaikan pemasangan listrik karena ini adalah pemasangan baru jaringan listrik,” tutupnya.

___
Penulis: La Ode Hizrat Kasim

redaksi

Recent Posts

Ada 1.692 Anak Tidak Sekolah di Pulau Taliabu

Pemerintah mencatat, terdapat sebanyak 1.692 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Pulau Taliabu, Maluku Utara setelah…

4 jam ago

Kebudayaan Lokal, Fondasi Pembangunan Halmahera Tengah: Saatnya Masuk Muatan Lokal

Oleh: AGUS HI JAMAL Halmahera Tengah memiliki kekayaan kebudayaan lokal yang tidak hanya berupa benda…

5 jam ago

Cerebrum-Cerebellum!

Waktu itu, aku sedang menertawakan mereka yang sedang menertawakan sesuatu. Bulan terik berkilau menyusuri celah-celah…

6 jam ago

DLH Morotai Olah Limbah Pasar Jadi Kompos

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pulau Morotai, Maluku Utara mulai mengolah sampah organik dari pasar menjadi…

6 jam ago

Fitrawan Popa Jabat Camat Morselbar, Rio Pawane Minta Perkuat Pelayanan Warga

Muhammad Fitrawan Popa resmi menjabat sebagai Camat Morotai Selatan Barat (Morselbar) menggantikan Syamsul Bachri Y.…

6 jam ago

Jarak Pandang di Morotai Menurun akibat Kabut Asap, Nelayan Diminta Ekstra Hati-hati

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul…

17 jam ago