Categories: News

Polisi Amankan Pelaku Penyelundupan 39 Ekor Burung Nuri di Pulau Morotai

Polres Pulau Morotai, Maluku Utara, berhasil mengamankan pelaku A yang hendak menyelundupkan puluhan satwa endemik jenis burung ke luar daerah.

Kasat Reskrim Polres Morotai, Iptu Ismail Salim mengatakan di tangan pelaku, pihaknya telah mengamankan satwa burung sebanyak 39 ekor.

Ismail menjelaskan bahwa pengamanan satwa burung tersebut dilakukan usai polisi menerima informasi dari masyarakat di Desa Bere-bere, Pulau Morotai.

Baca Juga: Foto Pantai Tercemar Plastik, Fauna Terdampak

“Ditemukan di Desa Bere-bere berdasarkan informasi dari masyarakat. Kalau dari kasat mata jenisnya memang burung Nuri berjumlah 39 ekor, yang hidup 35, sementara keadaan mati ada 4 ekor,” kata Ismail kepada cermat, Senin, 11 November 2024.

Ia bilang, penanganan barang bukti satwa endemik tersebut masih dikoordinasikan dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Sementara penanganan BB burungnya lagi dikoordinasikan dengn BKSDA,” kata dia.

Baca Juga: Ajakan Menjaga Keanekaragaman Hayati Maluku Utara Melalui Festival Kehati-MU 2024

Ismail memastikan penanganan lanjutan satwa burung yang diamankan ini akan diinformasikan kembali setelah koordinasi dilakukan.

“Lagi dikoordinasikan dengan BKSDA untuk tindaklanjutnya, apakah langsung dilepasliarkan, ataukah dirawat dulu baru dilepas, masih koordinasi,” ujarnya mengakhiri.

redaksi

Recent Posts

Secangkir Teh Rempah Ternate untuk Dunia

Di lantai dua sebuah gedung di Kawasan Pantai Falajawa, kedai yang baru saja dibuka itu…

8 jam ago

Tabrakan Kawasaki dan Truk Howo Milik PT ANI, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor Kawasaki dan kendaraan berat jenis Sinotruk Howo terjadi di…

21 jam ago

Jaga Standar Pengelolaan Lingkungan, NHM Laksanakan Pra-Audit

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terus memperkuat penerapan pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan dan regulasi yang…

1 hari ago

Balai Bahasa: Kehadiran Tambang Jadi Faktor Pergeseran Bahasa Sawai

Deru industri nikel di Halmahera Tengah, Maluku Utara, membawa perubahan hingga ke ruang bahasa. Bahasa…

2 hari ago

Penyebab Bahasa Sawai di Halmahera Tengah Makin Tergerus

Bahasa Sawai semakin kehilangan ruang penggunaannya di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Bahasa Indonesia dan bahasa…

2 hari ago

Pilkades di Pulau Taliabu Awal Desember, Pemkab Siapkan Rp2,5 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara menargetkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak…

3 hari ago