News

Proyek Jembatan Tani Desa Lusuo Mangkrak, Anggaran Minim hingga Terkendala Cuaca

Pembangunan jembatan tani di Desa Lusuo, Kecamatan Morotai Utara, Pulau Morotai, Maluku Utara yang dimulai sejak April 2024, hingga kini masih mangkrak.

Pengerjaan proyek yang didanai dari anggaran Ketahanan Pangan Desa senilai Rp. 190 juta ini baru mencapai tahapan pengerjaan fondasi, jauh dari target yang direncanakan rampung akhir 2024.

Pantauan kru cermat langsung di lapangan menunjukkan bahwa kondisi jembatan belum layak digunakan, meski fungsinya sangat dibutuhkan untuk akses para petani menuju kebun mereka.

Asrory Lakarai, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) mengungkapkan bahwa cuaca buruk menjadi penghambat utama.

“Material pasir sudah 15 dump truk, tapi habis terbawa banjir. Begitu juga batu. Kalau hujan deras, material yang sudah disiapkan pasti habis,” ujarnya.

Selain cuaca, menurutnya, anggaran yang minim menjadi tantangan besar dalam penyelesaian proyek ini.

“Anggarannya kecil, sekitar Rp. 160 juta setelah dipotong pajak. Kalau proyek pemerintah daerah biasanya di atas Rp200 juta. Karena ini anggaran desa, harus ada swadaya, jadi memang pas-pasan,” ungkap Asrory.

Proyek ini awalnya ditargetkan selesai pada akhir 2024, namun dengan berbagai kendala, diperkirakan mundur hingga Maret 2025 jika cuaca mulai membaik.

“Kendalanya juga di alat berat yang sulit didapat karena anggaran kecil. Kalau cuaca stabil, target Maret 2025 mungkin bisa tercapai,” ujarnya.


Penulis: Aswan Kharie

redaksi

Recent Posts

Secangkir Teh Rempah Ternate untuk Dunia

Di lantai dua sebuah gedung di Kawasan Pantai Falajawa, kedai yang baru saja dibuka itu…

2 jam ago

Tabrakan Kawasaki dan Truk Howo Milik PT ANI, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor Kawasaki dan kendaraan berat jenis Sinotruk Howo terjadi di…

15 jam ago

Jaga Standar Pengelolaan Lingkungan, NHM Laksanakan Pra-Audit

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terus memperkuat penerapan pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan dan regulasi yang…

19 jam ago

Balai Bahasa: Kehadiran Tambang Jadi Faktor Pergeseran Bahasa Sawai

Deru industri nikel di Halmahera Tengah, Maluku Utara, membawa perubahan hingga ke ruang bahasa. Bahasa…

2 hari ago

Penyebab Bahasa Sawai di Halmahera Tengah Makin Tergerus

Bahasa Sawai semakin kehilangan ruang penggunaannya di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Bahasa Indonesia dan bahasa…

2 hari ago

Pilkades di Pulau Taliabu Awal Desember, Pemkab Siapkan Rp2,5 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara menargetkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak…

3 hari ago