Sejumlah pedagang takjil mendirikan lapak di Kawasan CBD untuk menyambut Ramadan. Foto: Aswan Kharie/cermat
Para pedagang takjil mulai membangun lapak dan menempati Kawasan Central Business District atau CBD di Pulau Morotai, Maluku Utara, pada Rabu, 18 Februari 2026.
Berdasarkan pantaun jurnalis cermat, para pedagang ini tampak mendirikan lapaknya di beberapa titik pada kawasan tersebut. Suasana ini menandai kesiapan mereka menjajakan beragam jenis takjil saat Ramadan.
Lokasi CBD memang lazim dipilih karena lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat yang melintas dari berbagai arah.
Selain CBD, penjaja takjil juga terlihat mulai menempati area Depan Toko Monalisa Baru, tepatnya di Pasar Lama Daruba. Deretan lapak semi permanen itu sudah terlihat berjejer di tepi jalan, menunggu waktu untuk diisi aneka makanan dan minuman berbuka puasa.
Setiap Ramadan, dua lokasi tersebut memang menjadi pusat aktivitas penjualan takjil. Es buah, kelapa muda, hingga kue tradisional biasanya menjadi buruan warga menjelang waktu berbuka.
Yati, salah satu pedagang mengaku sengaja menyiapkan lapak lebih awal agar tidak kehabisan tempat. “Kalau tidak cepat, biasanya sudah penuh, makanya kita pasang dari sekarang,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Dengan berdirinya lapak-lapak tersebut, suasana Ramadan di Morotai makin kental dirasakan. Suasana ini menjadi hari yang istinewa bagi umat muslim di penjuru negeri.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Halmahera Timur dalam beberapa hari terakhir…
Upaya penyelamatan sumber air terbesar di Kota Ternate mengemuka dalam rapat dengar pendapat antara DPRD,…
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai bersama Grup Aksi Human Rights Ternate…
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menyambut kedatangan pemain EPA U18 dan U20 Malut United di Kantor…
Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Maluku Utara mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara segera mengusut…
DPRD Kota Ternate mendesak agar pemerintah daerah segera menuntaskan persoalan lahan dan sertifikat warga di…