News

Serap 80 Pekerja Lokal, PT FBS Morotai Catat Pembelian Tuna 146 Ton pada Oktober 2026

PT Fortuna Blue Seafood (FBS) mulai menunjukkan perkembangan aktivitas usaha pengolahan ikan di Pulau Morotai, Maluku Utara. Hingga Oktober 2026, perusahaan telah merekrut 85 karyawan, dengan 80 orang di antaranya merupakan tenaga kerja lokal.

Pengelola PT FBS, I Made Malihartadana, mengatakan, saat ini perusahaan masih melakukan pembenahan sejumlah sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan produksi.

Menurutnya, uji coba fasilitas juga sedang dilakukan seiring aktivitas pembelian ikan yang terus berjalan.

“Kalau pembelian ikan mulai lancar di bulan 10 dan kita mulai uji coba sarana-prasarana juga,” kata pimpinan PT FBS, saat di Konfirmasi cermat, Kamis, 5 November 2026.

Ia bilang, dari total 85 karyawan yang telah direkrut, hanya lima orang berasal dari luar Morotai. Sementara itu, perusahaan belum menargetkan perekrutan hingga ratusan pekerja karena masih ada fasilitas yang perlu dilengkapi.

“Untuk target ratusan tenaga kerja untuk sekarang belum, karena masih butuh banyak sarana yang perlu dilengkapi,” ujarnya.

Dari sisi aktivitas usaha, Made bilang, PT FBS mencatat pembelian ikan tuna mencapai 146,626 ton selama Oktober 2026. Perusahaan memperoleh pasokan melalui pembelian langsung dari nelayan maupun pemasok.

Harga pembelian tuna, kata dia, mencapai Rp46.000, dengan penentuan nilai berdasarkan kualitas dan ukuran ikan.

“Untuk pembelian ikan tuna berdasarkan kualitas dan ukuran itu Rp46.000. Perusahaan membeli ikan langsung dari nelayan ke pemasok. Sementara rata-rata volume tuna yang dibeli setiap bulan untuk Oktober kemarin itu 146,626 ton,” jelasnya.

Made kemudian merinci sejumlah kategori harga yang diterapkan perusahaan. Untuk tuna grade AB dengan ukuran 30 up, harga pembelian mencapai Rp51.000. Sementara grade C dengan ukuran serupa dihargai Rp46.000, sedangkan kategori lokal dibeli dengan harga Rp27.000.

“Pembelian ikan juga ada yang grade AB, ada C, dan ada yang lokal. Yang AB 30 up Rp51 ribu, yang C 30 up Rp46 ribu, dan yang lokal 30 up Rp27 ribu,” tambah dia.

Setelah melalui proses pengolahan, menurut dia, hasil produksi perusahaan dikirim ke Vietnam.

“Untuk limbah cair dan sisa pengolahan ikan sendiri dikelola melalui instalasi pengolahan air limbah milik SKPT,” tutupnya.

PT Fortuna Blue Seafood (PT FBS) adalah pengganti PT Harta Samudra (PT HS) sebagai Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Morotai. Perusahan baru ini fokus pada pengolahan tuna segar dan beku untuk pasar ekspor, khususnya Vietnam dan Jepang.

Kehadiran PT FBS menjadi satu-satunya perusahan yang bergerak di sektor perikanan Morotai setelah PT HS mengakhiri operasionalnya pada akhir 2025.


Penulis: Aswan Kharie

Editor: Rian Hidayat

redaksi

Recent Posts

Sekda Morotai Bantah Utang Rp92,5 Miliar ke PT MMC Dibayar Pakai APBD 2027

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Muhammad Umar Ali, membantah pernah menyatakan bahwa…

16 menit ago

Kejati Malut Tarik Mobil Dinas Mantan Pejabat, Nilainya Rp116 Juta

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) berhasil menyelamatkan…

58 menit ago

Dugaan Modus Penipuan Catut Nama Kasi Penkum Kejati Malut

Nama Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, Matheos Matulessy, kembali…

7 jam ago

NHM Dukung Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Banjir Maluku Utara

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) turut berkontribusi dalam penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Banjir Provinsi Maluku…

7 jam ago

Jaga Stabilitas Harga, Disperindag Ternate Rutinkan Operasi Pasar hingga Akhir 2026

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Maluku Utara, terus melakukan intervensi pasar untuk menjaga…

10 jam ago

Ambulans Dipinjamkan, Direktur RSUD Mudaffar Sjah Morotai Pastikan Rujukan Tetap Dilayani

Anhar Tofure, Direktur RSUD Sultan Mudaffar Sjah, Pulau Morotai, Maluku Utara memastikan pelayanan rujukan pasien…

23 jam ago