News

Soal Kasus Judol, Hasbi Yusuf Minta Pejabat Jaga Etika dan Perilaku

Anggota Komite III DPD RI, Hasbi Yusuf, angkat bicara terkait dugaan keterlibatan pejabat di Morotai dalam aktivitas judi online alias judol. Menurut Hasbi, seorang pejabat publik harus mampu menjaga sikap dan perilaku karena posisinya selalu menjadi perhatian masyarakat.

“Sebagai seorang pejabat harus memiliki suri teladan yang baik bagi rakyat,” ujar Hasbi saat ditemui, Kamis, 14 Mei 2026.

Ia menegaskan, tanggung jawab moral tidak hanya melekat pada pejabat daerah, tetapi juga seluruh penyelenggara negara, termasuk dirinya sebagai anggota DPD RI.

“Semua pejabat publik, termasuk saya, harus memiliki tanggung jawab moral dan menjadi teladan yang baik. Apalagi saat ini masyarakat sangat cepat menilai ketika sebuah pemberitaan muncul dan viral,” katanya.

Hasbi mengakui bahwa informasi yang beredar belum tentu sepenuhnya benar. Namun, menurutnya, persepsi publik sering kali terbentuk lebih cepat ketika suatu persoalan sudah menjadi konsumsi luas masyarakat.

“Meski belum tentu benar, penilaian masyarakat kadang langsung mengarah pada hal-hal negatif,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta seluruh pejabat publik menjaga etika dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari agar tidak menimbulkan citra buruk terhadap lembaga maupun pemerintah.

“Terkait persoalan itu, saya pribadi belum ingin mencampuri karena masih menjadi tanda tanya apakah benar atau tidak,” katanya.

Meski demikian, Hasbi menegaskan bahwa perilaku seperti judi, korupsi, minuman keras, narkoba hingga kekerasan dalam rumah tangga tidak layak dilakukan oleh pejabat maupun aparat negara.

“Sebagai pejabat publik, baik pemerintah, DPR, DPD, TNI-Polri maupun masyarakat, tidak boleh melakukan hal-hal seperti itu,” tegasnya.

“Apalagi terkait korupsi, judi, miras, narkoba, serta KDRT. Itu tidak boleh dilakukan,” sambungnya.

Menurut Hasbi, tindakan-tindakan tersebut dapat merusak integritas seseorang, terlebih jika yang bersangkutan merupakan pejabat publik yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat.

“Sebab perbuatan seperti itu dapat mengganggu integritas kita, terutama sebagai pejabat publik,” ujarnya.

Ia berharap persoalan yang kini menjadi perhatian publik itu dapat menjadi pengingat bagi seluruh pejabat agar lebih menjunjung tinggi norma dan etika.

“Dengan adanya persoalan ini maupun persoalan lainnya, saya berharap semua pejabat lebih menjunjung tinggi norma dan etika agar tidak menjadi sajian yang merusak tatanan kehidupan masyarakat,” tutupnya.

redaksi

Recent Posts

Sekolah di Taliabu Alami Kebakaran, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Sebanyak tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau…

6 jam ago

Rehab Gedung Polsek Mangoli Barat Terkendala Status Lahan, Ini Kata Kapolres

Gedung Polsek Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, hingga kini belum memperoleh anggaran rehabilitasi…

6 jam ago

Eks Kades dan Bendahara di Sula Ditahan, Diduga Korupsi Dana Desa Rp231 Juta

Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sula, Maluku Utara, resmi menahan mantan Kepala Desa Lekokadai berinisial AL…

8 jam ago

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Malut Jamin Kerahasiaan Data

Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara memastikan data yang dikumpulkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE)…

11 jam ago

Putri Malu-Ku

Oleh: WDGafoer  “Pulaskah tidurmu malam ini, Putri Malu-Ku?” Apakah mimpimu masih tentang aku atau kita…

11 jam ago

Harganas, Bupati Morotai Serukan Penguatan Keluarga Hadapi Tantangan Zaman

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara, resmi memperingati Hari Keluarga Nasional atau Harganas ke-33…

11 jam ago