Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Foto: Rian Hidayat Husni/JMG
Partai Golkar saat ini intens menjajaki koalisi bersama NasDem untuk menghadapi Pilpres 2024 mendatang.
Namun menurut Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Golkar tetap membuka diri dengan semua partai politik (parpol).
“Tentu untuk membijaki kemungkinan membangun koalisi bersama-sama,” ucap Ahmad di sela-sela Rapimda I Partai Golkar tahun 2020-2025 dan Rekerda tahun 2022, di Hotel Sahid Bela Ternate, Sabtu (19/3).
Jika waktunya tiba, lanjut Ahmad, akan dilanjutkan dengan pemaketan pasangan calon Presiden dari Partai Golkar dan Wakil Presiden dari partai lain.
“Pokoknya masih dalam proses penjajakan, waktunya juga kan masih kurang lebih dua tahun,” katanya.
Saat ini, menurut Ahmad, Golkar fokus membangun komunikasi, baik secara internal maupun eksternal.
“Untuk melihat kesamaan visi, misinya seperti apa, lalu apa kontribusi kita terhadap negara selama 5 tahun,” ucapnya.
Dan lewat Rapimda I dan Rakerda ini, kata Ahmad, semua struktur dimatangkan untuk kemenangan Airlangga Hartarto.
“Kita harus pastikan seluruh wilayah di Indonesia, termasuk Maluku Utara, suara Pak Airlangga bisa signifikan dan memenangkan Pilpres,” pungkas Ahmad.
“Kalau Pilpres, ya pokoknya (Airlangga Hartarto) menanglah di sini,” singkat Ketua DPD Partai Golkar Maluku Utara, Alien Mus, optimistis.
Kawasan wisata Pantai Sulamadaha, Kota Ternate, resmi menjadi Kawasan Siap QRIS. Bank Indonesia (BI) Maluku…
Partai Gerindra menyatakan mematuhi keputusan badan kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate terkait pemberhentian Nurjaya Hi…
Jaksa Agung RI ST Burhanuddin resmi melantik Roberthus Melchisedek Tacoy sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara mengklaim angka kemiskinan pada Maret 2026 sebesar 5,59 persen mengalami…
Sengketa lahan di kawasan lingkar Bandara Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara…
Putusan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate yang menyatakan Nurjaya Hi Ibrahim melanggar kode etik…