News

Update Karhutla: 645,78 Hektare Lahan di Pulau Taliabu

Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mencatat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayahnya mencapai 645,78 Hektare, terdiri dari 258,28 lahan perkebunan masyarakat yang terdapat 21.318 pohon cengkeh siap panen dan 387,50 Hektare lahan patokan yang juga ikut terbakar.

Hal itu disampaikan Sekda Pulau Taliabu, Yosar Kardiat, berdasarkan laporan posko Komando Darurat Karhutla yang diperbaharui pertanggal 14 Oktober 2026. Data itu sebagaimana tercantum dalam rekapitulasi posko.

Ia bilang, karhutla di Pulau Taliabu mencakup 3 Kecamatan dan 8 Desa, diantaranya Kecamatan Taliabu Barat Laut:  Desa Nggele, Desa Salati, dan Desa Onemai.Kecamatan Lede: Desa Todoli.  Kecamatan Taliabu Utara: Desa Ufung, Desa Padang, Desa Nunu, dan Desa Tikong.

“Delapan desa yang terdampak karhutla yang mengalami kerugian adalah, Desa Salati sebanyak 4.298 pohon cengkeh siap panen dengan luas lahan yang terdata sebesar 50,30 hektare, dan lahan patokan seluas 85,87 hektare,” kata Sekda Pulau Taliabu, Yosar Kardiat kepada cermat, Kamis 15 Oktober 2026.

Selain itu, tercatat pada Desa Onemai dengan jumlah tanaman masyarakat yang siap panen yang hangus terbakar dengan jumlah yang dominan lebih banyak.

“Di Desa Onemai tercatat sebanyak 5.291 pohon cengkih yang hangus terbakar dengan luas lahan terdata sebesar 58,01 hektare dan lahan patokan sebesar 105,82 Hektare,” jelasnya.

Sementara itu, kata dia, untuk desa Nggele tercatat sebanyak 3.438 tanaman pohon cengkih siap panen hangus terbakar dengan luas lahan terdata sebesar 38,81 hektare dan luas lahan patokan sebesar 56,79 Hektare.

“Untuk Desa Todoli di Kecamatan Lede, imbas dari Karhutla mencakup sebanyak 1.973 tanaman cengkih siap panen yang mencakup luas lahan terdata sebesar 11,26 hektare dan lahan patokan sebesar 32,06 hektare,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, jumlah tanaman masyarakat di Desa Ufung imbas dari karhutla sebanyak 2.932 dengan luas lahan terdata sebesar 19,40 hektare dan luas lahan patokan sebesar 58,64 hektare.

Sama halnya yang dialami Desa Nunu dengan jumlah tanaman masyarakat sebanyak 977 pohon dengan luas lahan terdata 4,40 hektare dan lahan patokan sebesar 19,54 hektare.

Tak hanya itu, kerugian yang sama juga dialami masyakarat Desa Padang dengan tanaman masyarakat sebanyak 1.385 pohon cengkih siap panen dengan luas lahan terdata sebesar 64,30 hektare dan lahan patokan sebesar 8,24 hektare.

“Kalau di desa Tikong, untuk jumlah tanaman masyarakat yang siap panen sebanyak 1.027 pohon dengan lahan terdata sebesar 11,80 hektare dan lahan patokan seluas 20.54 hektare,” katanya.

Dari jumlah kerugian pohon cengkih yang siap dipanen dihitung paling rendah dari hasil per pohonnya diangka 225.000 dijumlahkan dengan 21.318 tanaman yang hangus terbakar, maka kerugian material mencakup sebanyak Rp 4.796.550.000 Miliar.

Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa indikator yang harus dipenuhi, pertama BPBD sebagai komando operasional bersama perangkat daerah lainnya bersinergitas melakukan kaji cepat untuk membantu pemerintah daerah melegalkan apa yang menjadi keputusan pemerintah.

“Jadi, kita kaji cepat yang terdiri dari komponen – komponen atau laporan yang berikan masing – masing posko untuk menjadi dasar Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengambil keputusan yang tepat,” tutupnya.

_

Penulis: La Ode Hizrat Kasim

redaksi

Recent Posts

Jika Tak Aman, Makanan Bergizi dan Gratis Sekalipun Tak Ada Gunanya

Oleh: Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc* Setiap tanggal 16 Oktober, masyarakat internasional berkumpul dalam ruang-ruang diskusi…

2 jam ago

Tekan Pemborosan Anggaran, Pemkab Morotai Perketat Pengadaan Obat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara, akan memperketat pengadaan obat-obatan pada 2026. Kebijakan ini…

11 jam ago

Jelang Morotai Festival 2026, Penerangan Kawasan Pasar CBD Diperbaiki

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pulau Morotai, Maluku Utara, mulai membenahi jaringan penerangan di sejumlah titik…

13 jam ago

Kolaborasi PERHAPI Malut & NHM, Perkaya Wawasan Mahasiswa Belajar di Gosowong

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menerima kunjungan Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi…

1 hari ago

PT ADT Hibah Bangunan Sekolah di Pulau Taliabu

PT Adidaya Tangguh (ADT) site di Pulau Taliabu, Maluku Utara, resmi menghibahkan bangunan gedung dan…

1 hari ago

DPRD Ternate Desak Penanganan Sampah di Kali Mati Diperkuat

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate memperkuat penanganan…

2 hari ago