News

Warga Sekitar PSN di Malut Pesimis dengan Pemerintahan Baru: Lingkungan Kami Tetap Rusak

Warga sekitar kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Maluku Utara (Malut) mengaku pesimis pemerintahan baru dapat menangani kerusakan lingkungan akibat operasi pertambangan.

Mereka menilai ambisi pemerintah yang terus menggenjot hilirisasi nikel melalui zona PSN tersebut sejatinya tetap memberikan dampak buruk bagi lingkungan.

Maluku Utara sendiri terdapat sejumlah kawasan PSN yang resmi ditetapkan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Daftar PSN ini termaktub dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian nomor 2021 tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian nomor 7 tahun 2021 perihal perubahan daftar PSN.

Berdasarkan peraturan tersebut, zona PSN di Maluku Utara meliputi; Kawasan Industri (KI) di Pulau Obi Halmahera Selatan, kawasan Weda Bay Nikel di Halmahera Tengah.

Kemudian pembangunan smelter PT Aneka Tambang (Antam) dan PT Antam Niterra Haltim di Halmahera Timur, pembangunan 1 fasilitas pengolahan dan permurnian komoditas pasir besi dan vanadium oleh PT Alchemist Metal Industry di Halmahera Utara.

Selanjutnya, ada pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel terintegrasi dengan penambangan, serta kawasan industri untuk mengembangkan EV Battery Nasional milik PT Antam Group, PT Industri Baterai Indonesia dan mitranya di Halmahera Timur. Sementara PSN di sektor lainnya adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pulau Morotai, Maluku Utara.

Meski sebagiannya belum dijalankan, warga mengaku ada dampak nyata dari aktivitas pertambangan di wilayah PSN tersebut.

Di Halmahera Tengah, misalnya, sejauh ini, menurut Mardani Lagaelol, operasi pertambangan telah mengokupasi lahan produktif warga. Akibatnya, sumber pangan di wilayah setempat perlahan hilang.

“Ada juga kerusakan hutan yang mengakibatkan banjir secara berulang, pencemaran sungai dan laut, sampai pencemaran udara yang memperburuk kualitas kesehatan warga,” ucap Mardani, warga Desa Sagea, Halmahera Tengah, Sabtu, 22 Februari 2025.

Mardani menuturkan, dampak dari aktivitas hilirisasi nikel ini termasuk mengancam kelestarian kawasan karst Gua Boki Moruru di Sagea yang menjadi ikon wisata di sana.

Dalam kondisi tersebut, ia mengaku sulit meyakini bahwa pemerintahan baru di daerah setempat dapat mengatasi masalah kerusakan lingkungan.

“Dalam situasi ini tidak mungkin kita mengharapkan bupati baru Halmahera Tengah melakukan pemulihan. Karena kemenangan dia sepenuhnya didukung oleh partai yang terafiliasi dengan rezim ini,” ucapnya.

Tak hanya itu, krisis serupa juga terjadi di Halmahera Timur di mana pulau-pulau kecil yang berada di Teluk Buli kini hancur diporak-porandakan oleh operasi tambang nikel.

“Seperti di wilayah Subaim hingga Maba, tambang nikel terus menggerogoti tubuh pulau. Di saat yang sama, ekspansi tambang nikel PT Priven Lestari juga mengancam kelestarian pegunungan Wato-wato. Pegunungan ini sesungguhnya menjadi sumber utama air bersih warga di wilayah Buli hingga Subaim,” kata Said Marsaoly, warga Halmahera Timur.

Menurut Said, daya rusak pertambangan nikel juga meninggalkan nasib tragis bagi perempuan di sana. Kebutuhan utama yang berkaitan dengan air untuk rumah tangga, rentan terpapar dengan cemaran yang akan mengancam kesehatan mereka.

“Jadi memang mustahil ketika kita (hanya) mengharapkan bupati maupun gubernur baru. Alih-alih mereka akan berada di garis depan untuk menyelamatkan ruang hidup tersisa, justru yang terjadi mereka hanyalah operator istana yang mempercepat proses daya rusak,” katanya.

redaksi

Recent Posts

Pansus II DPRD Ternate Finalisasi 2 Ranperda, Atur Cadangan Pangan dan Investasi Pro-UMKM

Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Ternate memfinalisasi dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah…

2 jam ago

Disdik Morotai Beri Penjelasan soal Bantuan Pendidikan tak Kunjung Disalurkan

Dinas Pendidikan (Disdik) Pulau Morotai, Maluku Utara, menyampaikan penjelasan terkait sejumlah barang pengadaan berupa mobiler…

3 jam ago

Jaksa Kembali Periksa Sekda Malut, Dalami Kasus Korupsi Anggaran Mami dan WKDH

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kembali memeriksa Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A.…

4 jam ago

Satgas Saber Buka Hotline Pengaduan di Malut, Awasi Harga Pangan Jelang Ramadan

Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Maluku Utara…

7 jam ago

Bantuan Pendidikan 2023 Belum Disalurkan, HMI Morotai Desak Inspektorat Lakukan Audit

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pulau Morotai meminta aparat penegak hukum dan inspektorat daerah melakukan…

9 jam ago

Rizal Marsaoly: Pers Adalah Kunci Pembangunan Negeri

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyatakan apresiasinya terhadap peran media dalam momentum Hari Pers…

10 jam ago