Aksi kritik masyarakat terhadap Bupati Pulau Taliabu, Maluku Utara, Sashabila Widya L Mus dengan menambal jalan di area Rujab Bupati. (Foto: La Ode Hizrat Kasim/cermat)
Sejumlah warga di Pulau Taliabu, Maluku Utara, melancarkan aksi protes dengan cara yang tak biasa. Mereka menambal jalan berlubang di sekitar Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Pulau Taliabu di Kota Bobong, Selasa, 25 Agustus 2026.
Aksi tersebut menjadi sindiran terhadap Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, terutama Bupati Sashabila Widya L Mus, yang sebelumnya menyampaikan bahwa dirinya pergi ke Jakarta untuk melobi anggaran pembangunan infrastruktur jalan di daerah tersebut.
Pernyataan itu kini ditagih masyarakat. Mereka mempertanyakan hasil lobi pemerintah daerah ke pemerintah pusat karena hingga kini kondisi sejumlah ruas jalan di Kota Bobong masih memprihatinkan.
Bupati Sashabila sebelumnya menghadiri International Conference on Infrastructure (ICI) yang digelar Kementerian Koordinator Infrastruktur di Jakarta International Convention Center (JICC), pada 11–12 Juni 2025.
Saat menghadiri kegiatan tersebut, Sashabila menyebut kehadirannya di Jakarta sebagai bagian dari upaya memperjuangkan pembangunan infrastruktur di Pulau Taliabu.
“Inilah salah satu bentuk ‘baronda’ seorang Bupati Pulau Taliabu yang harus dilaksanakan. Karena, kalau tidak begini, jalan juga tidak jadi,” ujar Sashabila dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resminya.
Namun, lebih dari setahun setelah pernyataan tersebut disampaikan, masyarakat mengaku belum melihat perubahan signifikan terhadap kondisi infrastruktur jalan di daerah itu.
Sekretaris Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Pulau Taliabu, Jusril Ode, mengatakan aksi menambal jalan merupakan bentuk kritik terhadap pemerintah daerah yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Jusril, jalan berlubang tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan pengendara roda dua, tiga, maupun empat.
“Jadi, selain menambal jalan di area Rujab Bupati Sashabila Mus, kita juga punya inisiatif menambal jalan yang berlubang di beberapa titik yang rawan kecelakaan bagi pengendara,” kata Jusril kepada cermat, Selasa (25/8/2026).
Ia menyebut aksi tersebut sebagai bentuk protes sekaligus kritik terhadap pemerintah daerah yang dinilai lebih banyak menyampaikan janji pembangunan ketimbang menghadirkan hasil yang bisa dirasakan masyarakat.
“Ini adalah tamparan kami terhadap Bupati dan Pemerintah Daerah yang kami nilai gagal dalam pembangunan,” ujarnya.
Jusril mengatakan, masyarakat selama ini menunggu sentuhan pemerintah daerah untuk menghadirkan infrastruktur dasar yang layak.
Menurut dia, hingga kini masyarakat belum mengetahui secara jelas hasil lobi Bupati Sashabila ke pemerintah pusat. Sebab, belum terlihat adanya pembangunan jalan yang signifikan sebagai hasil dari upaya tersebut.
“Daripada menunggu lama, mending kita melakukan tindakan protes dengan menambal jalan berlubang di dalam Kota Bobong. Selama ini kita belum melihat pergerakan Pemda untuk membangun infrastruktur dasar berupa jalan yang layak,” katanya.
Ia menilai aksi tersebut merupakan bentuk kegelisahan masyarakat yang sudah lama menunggu perbaikan infrastruktur.
Jusril berharap pemerintah daerah tidak mengabaikan kritik yang disampaikan warga. Menurutnya, pembangunan Pulau Taliabu membutuhkan kerja nyata, bukan sekadar pernyataan dan janji.
“Kami menilai Pemkab Taliabu gagal. Jadi, kami mengambil langkah untuk memperbaiki jalan yang berlubang. Dari aksi ini, kami berharap Pemkab tidak menutup mata dan telinga. Mari kita sadar untuk pembangunan Pulau Taliabu,” tutupnya.
Penulis: La Ode Hizrat Kasim
CERMAT.CO.ID — PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), pengelola Tambang Emas Gosowong di Halmahera Utara, Maluku…
Oleh: Hendra Kasim INDONESIA itu komplet. Punya konstitusi, hukum, lembaga negara, dan pemilu yang…
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate menyiapkan berbagai produk UMKM lokal untuk menyambut tamu…
Pemerintah Kota Ternate mematangkan persiapan menjelang rangkaian kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dengan membenahi…
Pemerintah Kota Ternate terus mematangkan persiapan menjelang rangkaian kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Salah…
Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pulau Taliabu berada pada angka 50,15 persen dari target capaian…