Akademisi STAI Babussalam Sula, Andi Umaternate. Foto: Istimewa
Penemuan puluhan bungkus saset obat batuk bermerek di tempat wisata Desa Wai Ipa dan Kompleks Pekuburan China di Desa Mangon, Kepulauan Sula, mendapat tanggapan dari akademisi.
Akademisi STAI Babussalam Sula, Andi Umaternate, menyampaikan masalah penggunaan obat batuk dalam jumlah besar di tempat wisata dan kompleks perkuburan harus menjadi perhatian khusus bagi Porles Kepulauan Sula.
“Masalah ditemukan saset obat batuk bermerek ini harus menjadi perhatian khusus bagi pihak keamanan, khususnya Porles Kepulauan Sula, karena kegiatan ini sudah hampir sebulan dan meresahkan masyarakat,” ucap Andi.
“Pemda Sula khususnya Dinas Kesehatan juga agar dapat mengontrol setiap Apotik yang menjual obat tersebut dalam jumlah besar serta mendata setiap pembeli agar diketahui kegunaannya untuk apa,” tutupnya.
Terpidana kasus pencurian, Alfitra Jabar alias Boboho (22), yang sempat melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan…
Firdaus Amir, yang dijuluki sebagai 'Orang Desa' ini, tak kuat menahan tangisnya saat memberikan sambutan…
Universitas Terbuka (UT) Kota Ternate, Maluku Utara, menggelar diskusi publik bersama organisasi mahasiswa (ormawa) di…
Imran Guricci, pengusaha muda Maluku Utara terpilih kembali secara aklamasi memimpin Dewan Pimpinan Wilayah Maluku…
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR),…
PT Mining Abadi Indonesia (MAI) yang beroperasi di Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera…