Akademisi STAI Babussalam Sula, Andi Umaternate. Foto: Istimewa
Penemuan puluhan bungkus saset obat batuk bermerek di tempat wisata Desa Wai Ipa dan Kompleks Pekuburan China di Desa Mangon, Kepulauan Sula, mendapat tanggapan dari akademisi.
Akademisi STAI Babussalam Sula, Andi Umaternate, menyampaikan masalah penggunaan obat batuk dalam jumlah besar di tempat wisata dan kompleks perkuburan harus menjadi perhatian khusus bagi Porles Kepulauan Sula.
“Masalah ditemukan saset obat batuk bermerek ini harus menjadi perhatian khusus bagi pihak keamanan, khususnya Porles Kepulauan Sula, karena kegiatan ini sudah hampir sebulan dan meresahkan masyarakat,” ucap Andi.
“Pemda Sula khususnya Dinas Kesehatan juga agar dapat mengontrol setiap Apotik yang menjual obat tersebut dalam jumlah besar serta mendata setiap pembeli agar diketahui kegunaannya untuk apa,” tutupnya.
Polres Pulau Taliabu, Maluku Utara menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) sebanyak 20 paket Sembilan Bahan Pokok…
Aktivitas galian C yang diduga ilegal di Jalan Villa Dukono, Desa Gosoma, Kecamatan Tobelo, Kabupaten…
Rumah Literia bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Ternate menggelar kelas menulis puisi bertajuk “Merangkai…
Sejumlah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) menggelar demonstrasi di depan kampusnya, pada Selasa,…
Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, berencana memindahkan aktivitas penyeberangan dari Dermaga Taman Kota Daruba…
Yayasan Sosial Ekologi Maluku Utara (Salawaku) meminta Polda Maluku Utara tidak menyudutkan suku nomaden yang…