News

Akademisi Sarankan KPK Ambil Alih Kasus Normalisasi Sungai yang Ditangani Kejati Malut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak mengambil alih kasus dugaan korupsi anggaran Normalisasi Sungai yang ditangani Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara.

Proyek normalisasi di Desa Binagara, Wasile Selatan, tahun 2022 ini, melekat di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Halmahera Timur.

Proyek ini dengan anggaran senilai Rp 1.881.150.000, sebagaimana nomor kontrak 600/2.54/SP.SDA-PRM/DAU/DPERKIM-HT/IX-2022, yang dikerjakan CV Gamalia.

Kasus ini dilakukan permintaan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) oleh tim penyelidik Bidang Intelijen sudah 1 tahun lebih tetapi belum ada kejelasan.

Tidak jelasan penanganan kasus ini mendapat sorotan dari Akademisi Hukum Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Muhammad Tabrani.

“Kalau dilihat, kasus ini ditangani Bidang Intelejen sampai memasuki bertahun-tahun. Publik patut menduga ada ketidakmampuan Kejaksaan menangani kasus ini,” ucap Tabrani saat ditemui di depan Kantor Pengadilan Negeri Ternate, Kamis, 11 Juli 2024.

Tabrani menambahkan, andai kata pihak Bidang Intelijen Kejati Maluku Utara tidak mampu menangani kasus ini, alangkah baiknya KPK mengambil alih kasus.

“Sebaiknya saya sarankan KPK ambil alih, sehingga kasus ini bisa terang kepada publik. Akuntabilitas penanganan perkara tentunya juga jelas,” pungkasnya.

—-

Penulis: Samsul Laijou

Editor: Ghalim Umabaihi

redaksi

Recent Posts

Secangkir Teh Rempah Ternate untuk Dunia

Di lantai dua sebuah gedung di Kawasan Pantai Falajawa, kedai yang baru saja dibuka itu…

8 jam ago

Tabrakan Kawasaki dan Truk Howo Milik PT ANI, Pengendara Motor Meninggal Dunia

Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor Kawasaki dan kendaraan berat jenis Sinotruk Howo terjadi di…

21 jam ago

Jaga Standar Pengelolaan Lingkungan, NHM Laksanakan Pra-Audit

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terus memperkuat penerapan pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan dan regulasi yang…

1 hari ago

Balai Bahasa: Kehadiran Tambang Jadi Faktor Pergeseran Bahasa Sawai

Deru industri nikel di Halmahera Tengah, Maluku Utara, membawa perubahan hingga ke ruang bahasa. Bahasa…

2 hari ago

Penyebab Bahasa Sawai di Halmahera Tengah Makin Tergerus

Bahasa Sawai semakin kehilangan ruang penggunaannya di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Bahasa Indonesia dan bahasa…

2 hari ago

Pilkades di Pulau Taliabu Awal Desember, Pemkab Siapkan Rp2,5 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara menargetkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak…

3 hari ago