Ketua Togammoloka Muhammad Iram Galela. Foto: Istimewa
Tindakan penganiyaan terhadap seorang wartawan yang dilakukan oleh dua oknum TNI AL berinisial Letda M dan Peltu R di Halmahera Selatan, Maluku Utara menyita sorotan dari Asosiasi Mahasiswa Pemuda Pelajar Tobelo Galela Malifut Morotai Loloda Kao (AMPP-TOGAMMOLOKA).
Ketua AMPP-TOGAMMOLOKA Muhammad Iram Galela kepada cermat mengatakan, penganiayaan oleh oknum TNI AL kepada seorang wartawan ini adalah bentuk tidak terpuji dan melanggar ketentuan UU No. 40 tahun 1999 tentang pers.
Iram bilang, seperti yang kita ketahui bahwa peran pers sangat penting untuk memberikan informasi kepada publik.
“Olehnya itu, saya sangat mendukung penuh langkah Komandan Lanal Letkol Marinir Ridwan Azis untuk mencopot oknum anak buahnya yang terbukti melakukan penganiayaan, saya berharap agar perbuatan semacam ini tidak terulang lagi apalagi korbannya adalah wartawan” kata Iram, Jumat, 29 Maret 2024.
“Harus ada langkah tegas yang di ambil agar ada efek jerah kepada oknum-oknum yang lain. Semoga saja tindakan tindakan tidak terpuji ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Anhar Tofure, Direktur RSUD Sultan Mudaffar Sjah, Pulau Morotai, Maluku Utara memastikan pelayanan rujukan pasien…
Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, mulai menyiapkan skema penataan pedagang coffee street yang menggunakan sepeda…
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, mengajak para pekerja Tenaga Kerja…
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara memperkuat tata kelola pengelolaan obat…
Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, mulai mencari sumber pendapatan baru di tengah berkurangnya alokasi transfer…
Sebanyak 732 warga Pulau Taliabu, Maluku Utara, memilih pindah domisili. Dari angka itu, 496 orang…