News

Bendahara Desa di Morotai Diduga Hilangkan Dana Puluhan Juta

Yoder Kanal, Bendahara Desa Tiley Pantai, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, diduga menghilangkan dana puluhan juta yang diperuntukan bagi sejumlah program seperti Bantuan Langsumg Tunai (BLT) hingga pembangunan fisik.

Sekretaris Desa Tiley Pantai, Tony, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari perintah kepala desa kepada sang bendahara untuk mencairkan dana tersebut di bank demi keperluan pertanggungjawaban di kantor desa.

“Bendahara diperintahkan untuk mencairkan dana di bank. Tapi sebelum itu, malamnya, yang bersangkutan diketahui dalam kondisi mabuk,” kata Toni, saat dikonfirmasi cermat, Jumat, 1 Mei 2026.

Menurutnya, sejak awal sudah muncul kekhawatiran terkait kondisi bendahara. Kecurigaan semakin menguat ketika dana yang telah dicairkan tidak kunjung dibawah ke kantor desa sesuai perintah.

“Kami tunggu, tapi uang itu tidak sampai. Dari situ kami mulai curiga dan melakukan penelusuran,” ujarnya.

Toni bersama kepala desa kemudian mendatangi bendahara di puskesmas untuk meminta klarifikasi. Dalam penjelasannya, Yoder Kanal mengaku menjadi korban pembegalan saat perjalanan pulang dari Daruba menuju Desa Tiley Pantai.

“Bendahara bilang dia dihadang orang tidak dikenal di jalan, tepat di Desa Aru dan Dusun Kaka sekita pukul 07.00 WIT, saat berhenti di pinggir jalan,” ujarnya.

Namun, kata Toni, pengakuan tersebut dinilai janggal. Selain kondisi bendahara yang sebelumnya mengonsumsi minuman keras, kronologi yang disampaikan juga dianggap tidak meyakinkan.

“Penjelasannya hanya itu, tapi kami lihat ada banyak hal yang tidak masuk akal,” katanya.

Toni menjelaskan, dana yang diduga hilang merupakan sisa anggaran tahun 2025 yang hingga kini belum direalisasikan. Dana itu itu mecakup BLT untuk 15 penerima sebesar 54 juta, pembangunan talud sebesar 36 juta, serta renovasi pustu sebesar Rp50juta.

“Dana BLT itu sudah dicairkan sejak Oktober 2025. Tapi sampai pemeriksaan Inpsektoran tanggal 15 April 2026, masyarakat belum menerima apa-apa,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan fisik seperti pembangunan talud dan renovasi Pustu belum juga berjalan hingga saat ini.

“Begitu juga dengan kegiatan fisik yang sampai saat ini juga belum berjalan,” ungkapnya.

“Ini bukan soal pribadi, tapi menyangkut hak masyarakat. Kami berharap ada penyelesaian yang jelas dan transparan,” tambahnya.

Sementara itu, Bendahara Desa Tiley Pantai, Yoder Kanal, ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, belum terhubung hingga berita ini ditayangkan.

redaksi

Recent Posts

Gerindra Patuhi Putusan BK DPRD, Siapkan Proses PAW Nurjaya Ibrahim

Partai Gerindra menyatakan mematuhi keputusan badan kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate terkait pemberhentian Nurjaya Hi…

16 jam ago

Jaksa Agung Lantik Roberthus Tacoy sebagai Kajati Malut, Sufari Dipromosi ke Jamwas

Jaksa Agung RI ST Burhanuddin resmi melantik Roberthus Melchisedek Tacoy sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)…

16 jam ago

Pemprov Klaim Kemiskinan di Malut Menurun Berkat Pengentasan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara mengklaim angka kemiskinan pada Maret 2026 sebesar 5,59 persen mengalami…

20 jam ago

Pagar Dibongkar TNI AU, Warga Pemilik Lahan Lingkar Bandara Morotai Protes

Sengketa lahan di kawasan lingkar Bandara Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara…

23 jam ago

Kuasa Hukum Nurjaya Ajukan Keberatan soal Putusan BK DPRD Ternate

Putusan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate yang menyatakan Nurjaya Hi Ibrahim melanggar kode etik…

24 jam ago

Kapolda Malut Luncurkan 7 Program Prioritas, Dekatkan Polri dengan Masyarakat

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, meluncurkan tujuh program prioritas sebagai langkah memperkuat komitmen…

2 hari ago