News

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi dan Cuaca Ekstrem di Maluku Utara

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem di wilayah Maluku Utara.

Sesuai informasi yang diterima cermat, peringatan gelombang tinggi terjadi mulai 5 Februari 2026 pukul 09.00 WIT hingga 8 Februari 2026 pukul 09.00 WIT. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas beberapa bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia yang memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di sejumlah perairan.

BMKG mencatat, gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan, antara lain
perairan Barat Daya Morotai, Halmahera Barat, Timur Kepulauan Halmahera, Perairan Ternate, Kepulauan Batang Dua, dan perairan Gebe. Kemudian perairan Barat Bacan, Barat Laut Obi, Barat Daya Obi, Utara Mangole, Perairan Timur Sanana, Utara Taliabu, serta perairan Tenggara Morotai.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi berkisar 2,5-4 meter berpotensi terjadi di perairan Timur Laut Morotai, perairan Barat Laut Morotai, Kepulauan Loloda, dan perairan Tenggara Morotai.

BMKG mengingatkan, kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri, apabila kecepatan angin dan tinggi gelombang mencapai batas yang telah diperingatkan.

Selain peringatan gelombang, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Maluku Utara pada 4 Februari 2026. Pada periode pukul 14.15–16.30 WIT, berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Pulau Morotai, dan Kota Ternate, termasuk beberapa kecamatan di sekitarnya. BMKG juga menyebutkan potensi hujan dapat meluas ke wilayah Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Selatan, Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, serta Kota Tidore Kepulauan.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan cuaca terkini, dan menunda pelayaran jika kondisi tidak memungkinkan.

redaksi

Recent Posts

Polisi: Tidak Ada Peluru Tajam di Aksi Protes Warga Banemo, Halteng

Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…

4 jam ago

Kapolda Malut Minta Masyarakat Tak Terprovokasi soal Pengamanan Warga di Banemo

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman meminta masyarakat tidak terprovokasi menyusul pengamanan sejumlah warga…

4 jam ago

Dishub Klaim Perbaikan 75 Titik PJU di Ternate Rampung Akhir 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate memperbaiki 75 titik penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan…

6 jam ago

Lestarikan Alam, Pertamina Tanam Terumbu Karang di Laut Jambula

Upaya menjaga ekosistem laut di wilayah pesisir Kota Ternate kembali dilakukan melalui penanaman terumbu karang…

7 jam ago

OJK Malut Terima Lagi Aduan Kerugian Investasi, 12 Warga Korban

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara kembali menerima pengaduan terkait dugaan investasi ilegal bernama Investasi…

7 jam ago

NHM Peduli Skrining 29 Anak dan Balita Stunting di Lima Kecamatan Halmahera Utara

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli kembali melakukan skrining kesehatan terhadap anak…

10 jam ago