Tim SAR dari Kompi 1 Yon A Pelopor terjun ke lokasi terdampak gempa. Foto: Istimewa
Pasca gempa bumi berkekuatan 5,2 Magnitudo mengguncang Halmahera Utara, Tim Sar dari Kompi 1 Yon A Pelopor terjun ke lapangan.
Tim yang dipimpin Aipda Ikzan Buamona itu, bergerak ke Desa Ngidiho, salah satu desa yang paling parah terdampak gempa di Kecamatan Galale Barat.
Sebelum terjun ke Desa Ngidiho, tim telah terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat dan TNI.
Di lokasi, tim mendirikan tenda pengungsian, sekaligus mengimbau kepada warga agar tidak panik. Namun tetap waspada jika terjadi gempa susulan.
Dalam kesempatan itu, Dan Sat Brimob Polda Malut, Kombes Pol Muhamad Erwin, yang diwakili Danki 1 Yon A Por, mengimbau kepada warga agar selalu mengikuti arahan dari pemerintah.
Selain itu, warga dapat mengambil hikmah dari musibah yang terjadi. “Yakinlah, di balik kesusahan pasti ada kemudahan. Tetap bersabar dan berdoa, semoga Tuhan Yang Maha Esa melindungi,” ucapnya.
Partai Demokrat Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar aksi lingkungan bertajuk Gerakan Langit Biru Indonesia…
Perselisihan hubungan industrial antara 10 pekerja dan PT Position di Maluku Utara resmi diselesaikan secara…
Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku Utara terus berkembang.…
Seorang pemuda asal Desa Sukamaju, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan hilang…
Pemerintah pusat mengucurkan dana Rp397,8 miliar kepada Maluku Utara pada 2026. Dana yang bersumber dari…
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menggandeng Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Maluku…